BASARNAS MENJADI TUAN RUMAH INSARAG TEAM LEADER ATAU WORKING GROUP MEETING 2017


BALI – 18 Oct 2017 Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) sebagai Institusi Pemerintah yang berada di bawah naungan INSARAG dalam melakukan pencarian dan pertolongan pada bencana perkotaan, menggelar kegiatan bertaraf Internasional INSARAG Team Leader Meeting 2017. Kegiatan yang bertajuk “Strengthening the Effectiveness and Coordination of International Urban Search and Rescue Assistance” diikuti oleh seluruh peserta yang menjadi anggota INSARAG.

index.jpg2.jpg

International Search and Rescue Advisory Group (INSARAG) adalah sebuah jaringan global dengan anggota lebih dari 80 negara dan organisasi dibawah payung PBB. INSARAG menangani kegiatan-kegiatan di bidang pencarian dan pertolongan pada bencana perkotaan atau lebih dikenal dengan Urban SAR. Organisasi ini bertujuan menyediakan pedoman, standar dan metodologi terhadap penanganan bencana dalam skala masif, terutama di daerah perkotaan yang padat penduduknya dan dapat menimbulkan korban dalam jumlah besar. INSARAG Guidelines disepakati dan disetujui melalui the United Nations General Assembly Resolution 57/150 tahun 2002.

index.jpg3.jpg

Indonesia sebagai salah satu anggota INSARAG berkesempatan menjadi tuan rumah dalam INSARAG Team Leaders/ Group Working Meeting 2017. Kegiatan ini dilaksanakan di Bali, tanggal 18 sampai 20 Oktober 2017 berlokasi di Padma Resort Legian, Jl. Padma No.1, Legian, Kuta, Kabupaten Badung, Bali. Kegiatan yang diikuti oleh 56 negara/organisasi tersebut terbagi menjadi dua kegiatan yakni Working Group Meeting dan Team Leaders Meeting.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Direktur Operasi SAR Basarnas, Brigadir Jenderal TNI (Mar) Ivan Ahmad Rizki Titus. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa Basarnas memiliki peran penting dalam tanggap darurat saat terjadinya bencana, sesuai dengan yang tertulis dalam Undang-Undang No 29 Tahun 2014. “Dengan visi mensukseskan operasi SAR yang efisien dan kredible serta misi menjalankan operasi SAR yang efektif dan aman, Basarnas berkomitmen menjadi yang terdepan dalam penanganan musibah dan bencana alam untuk menyelamatkan jiwa manusia dan menimalkan resiko,” ungkapnya. Terkait dengan kondisi Gunung Agung saat ini, Ivan Ahmad Rizki Titus menegaskan akan kesiapan Basarnas dalam merespon kemungkinan terjadinya erupsi. Sebagai lembaga pemerintah di bidang pencarian dan pertolongan yang sarat akan nilai-nilai kemanusiaan, tentunya memiliki tanggungjawab terhadap keselamatan nyawa manusia dari ancaman bencana alam. Turut hadir dalam pembukaan INSARAG 2017, Gubernur Provinsi Bali, Made Mangku Pastika serta Head of OCHA Indonesia, Mr. Oliver Lacey Hall. Setelah memukul gong sebanyak tiga kali sebagai tanda kegiatan resmi dibuka, selanjutnya seluruh peserta dan tamu undangan foto bersama di lingkungan hotel. Diakhir acara pembukaan Direktur Operasi Basarnas didampingi Gubernur Bali, Kepala Kantor SAR Denpasar, dan Head of OCHA Indonesia melakukan konfrensi pers terkait pelaksanaan INSARAG Team Leaders/ Workimg Group Meeting.

index.jpg5.jpg

Tujuan penyelenggaraan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan operasional tim URBAN SAR seluruh dunia dalam memberikan bantuan URBAN SAR Internasional. Selain itu kegiatan ini juga sebagai forum diskusi terhadap isu-isu teknis melalui praktik serta pelatihan terbaik berdasarkan pada materi pelatihan USAR sebelumnya, dengan harapan dapat menemukan solusi permasalahan terkait operasi dan diklat (pendidikan dan pelatihan) berdasarkan pengalaman di lapangan.

Untuk dapat melaksanakan pertemuan tim USAR Internasional, Basarnas harus mampu menjawab tantangan di masa yang akan datang dan meningkatkan kapasitas khususnya di bidang URBAN SAR berdasarkan INSARAG Guidlines dan Metodologi. Basarnas juga harus meningkatkan infrastuktur untuk mendukung operasi SAR dan meningkatkan tingkat koordinasi dengan seluruh stajeholder nasional dan Internasional. Maka dari itu sebagai bagian dari upaya kemanusiaan, Basarnas sangat terbuka terhadaop kemungkinana untuk membangun kerja sama nasional dan internasional.

Adapun sasaran yang ingin dicapai adalah terwujudnya koordinasi antar berbagai Tim Urban SAR Internasional dalam memberikan bantuan SAR terhadap negara-negara yang terkenan dampak bencana dalam skala besar serta terwujudnya kebijakan dan pedoman bagi Tim Urban SAR internasional dan nasional sebagai pelaku penanganan. (an)



Kategori General Artikel , Bencana Nasional , Bencana .
Pengunggah : denpasar
18 October 9:05 WIB