PENGENALAN SAR SEJAK DINI MELALUI KEGIATAN SAR GOES TO SCHOOL


JIMBARAN - Kantor SAR Denpasar melaksanakan kegiatan SAR Goes to School, Selasa (20/9) pagi. Sebanyak 24 siswa-siswi dari Home Schooling Anak Pintar mengikuti serangkaian kegiatan pengenalan tentang SAR dengan pendampingan oleh 10 orang pegawai Kantor SAR Denpasar. Pemahaman tentang SAR perlu ditumbuhkan sejak dini agar mereka menjadi generasi yang memiliki budaya keselamatan demi terwujudnya kesiapsiagaan dalam menghadapi kecelakaan, musibah, dan kondisi membahayakan jiwa manusia.Kegiatan dimulai sejak pukul 08.30 waktu setempat. Antusiasme untuk mengikuti kegiatan tersebut terlihat dari kecerian anak-anak ketika tiba di halaman Kantor SAR Denpasar. Putu Sudayana selaku koordinator kegiatan, memberikan pengarahan awal dengan memperkenalkan satu persatu pendamping yang terdiri dari para rescuer, perawat, dan petugas komunikasi. Selanjutnya anak-anak diberikan game dan diperkenalkan selogan-selogan serta moto Kantor SAR Denpasar.Usai perkenalan, para pendamping mengajak mereka menyaksikan pemutaran video profil Kantor SAR Denpasar dan film anak tentang tsunami. Tak hanya itu, anak-anak diajak mengenal bagaimana caranya menghadapi situasi yang terjadi saat gempa melalui nanyian. Dengan lantang mereka menyanyi dan mengikuti gerakan-gerakan yang ditunjukan oleh para pendamping. Banyak pertanya lucu yang terlontar dengan wajah-wajah lugu selayaknya anak-anak “Kalau rumah-rumah rusak setelah tsunami terjadi kita kembali kemana?” tanyanya. Kemudian salah seorang pendamping mulai menjelaskan bagaimana membaca tanda-tanda tsunami, cara menghadapinya, sampai dengan kondisi pasca tsunami terjadi. Tak lupa juga pengenalan tentang tugas-tugas tim SAR dan emergency call 115.Selanjutnya anak-anak diajak menuju ruang komunikasi dan diperkenalkan berbagai peralatan dan fungsinya. Sementara itu sudah ada 3 orang rescuer bersiap di gudang peralatan untuk memperkenalkan peralatan-peralatan SAR, yang biasa digunakan ketika melaksanakan operasi SAR. Setelah mereka usai mendengarkan penjelasan tentang fungsi peralatan-peralatan SAR, anak-anak diperlihatkan mobil komunikasi, rescue car dan diajarkan bagaimana memakai life jacket/ baju pelampung, dipilih 6 orang untuk berlomba memasang life jacket.Serangkaian kegiatan SAR goes to School Kantor SAR Denpasar ditutup dengan sambutan dari Kepala Kantor SAR Denpasar, Didi Hamzar, S.Sos., M.M. “Budaya keselamatan haruslah kita bangun sejak dini dengan harapan mereka kelak dalam lingkungannya dapat menjadi duta untuk meningkatkan budaya keselamatan,” ungkapnya. Didi Hamzar juga sempat bertanya tentang kesan-kesan mereka saat mengikuti SAR Goes to School. Dengan kompak dan bersorai mereka mengungkapkan rasa senang karena telah dikenalkan tentang SAR dan mengikuti game-game yang diberikan para pendamping. Sebelum dilakukan foto bersama, Didi Hamzar menyerahkan buku SAR Goes to School kepada perwakilan salah satu guru pendamping. Ia berharap nantinya buku ini dapat memberikan manfaat positif kepada anak-anak di Home Schooling Anak Pintar. (ay/ hms dps)



Kategori General Artikel .
Pengunggah : humas201