SEORANG NELAYAN HILANG SAAT MELAUT DI PERAIRAN LAUT BALI


BULELENG --- Seorang nelayan dikabarkan hilang saat melaut di perairan laut Bali. Korban bertolak dari Pantai Penuktukan hendak menuju rumpon dengan menggunakan sampan sejak hari Senin (20/5/2019) sekitar pukul 04.00 Wita. Ia pergi melaut bersama dengan anaknya, sejauh 30 KM hingga tiba di rumpon. Informasi dari anaknya, mereka memancing di atas rumpon yang berbeda, dimana posisinya berada terluar dari bibir pantai. Usai memancing anak korban menemukan sampan milik bapaknya mengambang arah utara Desa Penuktukan tepatnya koordinat 7° 51’.16.98’'S - 115° 21’58.02’'E pada pukul 11.30 Wita. Selanjutnya dilakukan pencarian hingga pukul 14.00 Wita namun hasilnya nihil. Basarnas Bali menerima laporan keesokan harinya pada pukul 04.50 Wita dari Polsek Tejakula. Diketahui identitas korban atas nama Ketut Suwiana (51) merupakan warga Banjar Dinas Kawanan Desa Penuktukan, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng.

WhatsApp Image 2019-05-22 at 08.32.25.jpeg

“Laporan kami tindaklanjuti dengan mengerahkan tim SAR guna melakukan pencarian menggunakan rubber boat,” ungkap Kepala Kantor Basarnas Bali, Hari Adi Purnomo, S.H. Sebanyak 8 personil bersama potensi SAR dikerahkan menuju lokasi penemuan sampan. Sorti pertama pergerakan rubberboat ke arah utara dengan 2 orang personil dari Basarnas dan seorang lainnya dari BPBD.

WhatsApp Image 2019-05-22 at 08.32.24.jpeg

Sekitar pukul 08.50 Wita tim laut melaksanakan penyisiran di rumpon pertama arah utara perairan Penuktukan Tejakula Buleleng, sampai dengan rumpon berikutnya. Mereka melaporkan ketinggian gelombang cukup ekstrim namun cuaca cerah, sehingga pencarian tetap dilanjutkan. Selang dua setengah jam pencarian, tanda-tanda keberadaan Ketut Suwiana belum berhasil ditemukan, mereka pun kembali menepi ke bibir pantai. Di tempat berbeda, tim darat melakukan koordinasi dengan pihak keluarga korban untuk menghimpun informasi yang dapat mendukung pencarian. Kronologis penemuan sampan milik korban, posisinya tak jauh dari rumpon dalam keadaan mesin mati namun masih terisi bbm dan tidak terikat. Di sampan tersebut juga ditemukan baju milik korban. Awal sejak melaut korban dan anaknya menuju rumpon 8 (rumpon terluar) dan anak korban memutuskan memancing di rumpon yang berada di sebelah timurnya. Ketika usai memancing, anaknya hendak melihat Ketut Suwiana, namun sudah tak ditemukan.

WhatsApp Image 2019-05-22 at 08.32.27.jpeg

Sorti ke dua kembali dilakukan pada pukul 14.22 Wita dengan 4 orang personil dari Basarnas, TNI AL dan BPBD. Hingga sore hari upaya pencarian masih nihil dan kondisi di perairan sudah tidak memungkinkan untuk melanjutkan operasi SAR. Rencananya pencarian akan kembali dilanjutkan besok pagi menggunakan rubberboat dengan fokus area pencarian di sekitar rumpon hingga menuju titik penemuan sampan dan terus berkoordinasi bersama nelayan setempat. (ay/ hms dps)



Kategori Berita Kansar , Kecelakaan Pelayaran , General Artikel , Agenda Pusat .
Pengunggah : Febrilina
21 May 10:00 WIB