SESTAMA KUNJUNGI KANTOR PENCARIAN DAN PERTOLONGAN DENPASAR


JIMBARAN - Sekretaris Utama Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Dadang Arkurni, S.E., M.M. melakukan kunjungan kerja ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Kamis (22/3/2018), dan turut mendampingi Direktur Bina Tenaga, I Ketut Parwa, S.H., M.M. Dalam kesempatan itu beliau memberikan pengarahan kepada seluruh pegawai dan juga diikuti oleh Kepala Seksi Operasi dan Siaga serta Kasubbag Umum, juga para Koordinator Pos dari Jembrana, Buleleng dan Karangasem.

Ketut Gede Ardana selaku Kepala Kantor Pencaraian dan Pertolongan membuka kegiatan pengarahan tersebut. Hal yang menjadi penekanan dalam arahannya yakni pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Sesuai dengan arahan dari Kabasarnas tentang bekerja profesional maka kualitas SDM merupakan hal yang penting untuk mendapatkan perhatian lebih. Dalam kepemimpinannya Dadang Arkuni berupaya memberikan kesempatan kepada pegawai di seluruh Indonesia untuk memperoleh pendidikan lebih tinggi. Bahkan saat ini sedang diupayakan pembentukan politeknik yang memiliki kekhususan yang nantinya melahirkan SDM mempuni untuk kemajuan Basarnas. "Nantinya jabatan-jabatan esselon akan melalui tahap assesment, sudah barang tentu akan banyak pegawai lintas instansi bisa menepati posisi tersebut, maka harus mulai dipikirkan membentuk SDM yang berkualits dan berpendidikan tinggi," ungkap Dadang Arkuni. Kebanggan tersendiri baginya apabila bisa menghantarkan para pegawai Basarnas menjadi lulusan-lulusan S2 terbaik bahkan pendidikan yang lebih lagi. "Sebelum masa purna nantinya, saya berharap bisa mewariskan sesuatu untuk Basarnas melalui program-program yang sedang digodok, khususnya membangun politeknik," tuturnya.

I Ketut Parwa pada kesempatan itu juga memberikan pengarahan terkait jabatan fungsional rescuer. Dimana mereka adalah ujung tombak dalam pelaksanaan operasi SAR, dimana merupakan tugas fungsi utama Basarnas. "Sekarang jabatan fungsional rescuer sudah jelas jalur jenjang karirnya, jika memang para rescuer tekun bekerja membuat Dupak maka kenaikan pangkat maksimal bisa diraih dalam kurun waktu 2 tahun dan paling lambat 3 tahun," jelasnya. Beliau berpesan agar pemahaman tentang pembuatan Dupak harus dikuasai oleh para rescuer, disamping itu tetap mendapatkan pengawasan dari Kepala Kantor dan pejabat terkait.

Pertemuan yang berlangsung dalam waktu singkat namun banyak memotivasi para pegawai tersebut, akhirnya ditutup dengan foto bersama. (ay/ hms dps)

b4452893-323b-4a7c-9484-d3ca8ea51b85 (1).jpg



Kategori General Artikel .
Pengunggah : kelik
22 March 20:05 WIB