Terseret Arus Pantai Tanah Lot Saat Memancing, 2 Nelayan ditemukan Terdampar


TABANAN --- Nelayan yang hilang di Perairan Tanah Lot akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, Kamis (5/9/2019) sore pukul 15.20 Wita. Jenasahnya terdampar di pesisir Pantai Pasud, Tabanan (koordinat 8°33'50.67"S-115° 02'13.59"E). "Ini korban ke dua yang berhasil ditemukan, sebelumnya korban atas nama I Wayan Sumiata sudah terlebih dahulu ditemukan," ungkap Sri Wardoyo selaku Pelaksana Harian Kepala Kantor Basarnas Bali. 

Penemuan korban pertama dan korban kedua atas nama Ketut Ardika jaraknya tidak terlalu jauh. Nelayan naas tersebut terdampar sekitar arah barat daya 8 KM dari lokasi ditemukannya sampan. Selanjutnya jenasah dibawa menuju RSUD Kabupaten Tabanan menggunakan ambulance.

Sejak pagi tadi, tim SAR gabungan telah melaksanakan operasi SAR bersama dengan keluarga korban dan masyarakat setempat. "Setelah ditemukan korban yang pertama maka pencarian lebih difokuskan dengan menyisiri sepanjang bibir pantai, sementara jetski juga tetap digerakkan," jelas Sri Wardoyo. Selama proses pencarian turut melibatkan instansi dari SAR Samapta Polda Bali, Pol Air, BPBD Tabanan, Balawista Tanah Lot, Babinkamtibmas Desa Beraban, serta Babinsa Desa Beraban.Dengan telah ditemukannya seluruh korban, maka operasi SAR selesai dan dinyatakan ditutup pada hari ke 3.

Diberitakan sebelumnya, 2 orang warga Banjar Batang Buah, Desa Braban, Tabanan hilang terseret arus saat memancing di perairan Tanah Lot, Selasa (3/9/2019) dini hari. Dari laporan yang diterima diketahui identitas korban atas nama Wayan Sumiata (43) dan Ketut Ardika (58). (ay/ hms dps)



Kategori Berita Kansar , General Artikel , General Berita , Kondisi Yang Membahayakan Jiwa Manusia .
Pengunggah : Recylia
5 September 16:40 WIB