TIM SAR MEMASTIKAN JALUR EVAKUASI YANG NANTINYA AKAN DILALUI JIKA TERJADI ERUPSI


KARANGASEM ---Pada tahap siaga darurat antisipasi erupsi Gunung Api Agung perlu dilakukan pencegahan-pencegahan yang sifatnya prefentif. Hal tersebut diutarakan Kepala Kantor SAR Denpasar, Ketut Gede Ardana , S.E. saat memimpin apel pagi di Posko Siaga Darurat Erupsi Gunung Agung di Tanah Ampo, Karangasem, Jumat (6/10) pagi. “Semua kemungkinan terburuk jika Gunung Agung meletus harus dianalisa dan selanjutnya membuat rencana operasi SAR dalam beberapa opsi,” ungkapnya. Kondisi Gunung Agung yang tak menentu membuat beberapa warga nekat kembali ke rumahnya, sementara lokasi rumah berada pada KRB 3 dan KRB 2. Tim SAR gabungan yang ditempatkan pada pos aju Desa Selat dan Desa Rendang melakukan penyisiran dan menghimbu warga untuk kembali ke pengungsian jika rumahnya berada di Kawasan Rawan Bencana.

Dalam apel pagi tadi dihimbau kepada tim SAR yang terlibat di lapangan, agar menggunakan kelengkapan pelindung diri. “Setiap gerak langkah kita ada resikonya, utamakanlah keselamatan diri,” tegasnya. Semasih belum ada pergerakan evakuasi, personil yang bertugas di pos aju akan memastikan jalur evakuasi yang ideal. Dimana posisi jalur evakuasi harus benar-benar dipahami, jalan aman yang bisa dilalui untuk membawa warga. Yang masih menghawatirkan adalah keberadaan hewan ternak milik warga. Ada beberapa warga yang kembali hanya untuk memberi makan dan memelihara hewan ternaknya, walaupun rumahnya berada di kawasan rawan bencana. Diperlukan adanya perhatian khusus dan koordinasi yang baik antara tim SAR di lokasi dengan dinas pertanian dan peternakan, demi mengambil langkah-langkah yang tepat.

Meskipun cukup sulit dalam mengkondisikan KRB 3 dan KRB 2 nol (0) penduduk, namun tidak boleh menakut-nakuti warga yang dapat menimbulkan kepanikan. Hal itu kembali ditegaskan oleh Kepala Kantor SAR Denpasar. “Kita ciptakan suasana yang kondusif, sembari terus berkoordinasi dan mensosialisasikan bahaya jika terjadi erupsi, mereka juga harus dikenalkan dengan keberadaan jalur-jalur evakuasi” tuturnya.

Hari ini, Jumat (6/10), pada cluster SAR melibatkan personil sebanyak 179 orang, cluster logistik 183 orang, dan cluster kesehatan 37 orang. Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas 11 orang, Damkar 2 orang, PMI 4 orang, Polres Karangasem 2 orang, SAI Rescue 1 orang dan Sabhara Polda Bali 2 orang, bergerak menuju pos aju di Kecamatan Selat sekitar pukul 09.30 Wita. Alut yang dikerahkan diantaranya 1 unit truk personil dan 3 unit rescue car. Sementara itu pos aju di Kecamatan Rendang sudah berada di lokasi sejak kemarin.

Tim SAR yang berada di pos aju Kecamatan Rendang melakukan pengecekan jalur evakuasi di sekitar wilayah Besakih, sekaligus melihat kondisi terkini warga di lokasi tersebut. Sementara itu mereka yang siaga di pos aju Selat melakukan penyisiran hingga ke Desa Wates Tengah. Terpantau aktifitas warga berjalan normal seperti biasanya. Berbeda dengan aktivitas di posko pengungsian Desa Les, Buleleng, tim ikut membantu antar jemput pelajar SD Imbas Gugus II Penutukan, memindahkan logistik ke Balai Peternakan dan Pertanian dan Dinas Sosial Kabupaten Buleleng. Selanjutnya merelokasi 68 orang (asal Desa Ban, Kec. Kubu) yang mengungsi di pos pengungsian Desa Les, diantarkan ke Balai Banjar Desa Les menggunakan truk dump milik Dinas PUPR dan 80 orang pengungsi ke Gudang Batako milik warga. (ay/ hms dps)



Kategori General Artikel , Bencana Nasional , Bencana .
Pengunggah : denpasar
6 October 10:10 WIB