KANTOR PENCARIAN DAN PERTOLONGAN DENPASAR (0361) 703300


ANGGOTA BASARNAS BALI DIBERANGKATKAN OPERASI SAR BENCANA NTT


JIMBARAN --- Terjadinya  cuaca ekstrim, hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang mengakibatkan banjir bandang dan tanah longsor yang berdampak parah di beberapa Kabupaten di NTT. Kondisi tersebut terjadi pada Sabtu (3/4/2021) pukul 08.00 Wita. Data yang tercatat oleh Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) selama operasi SAR berlangsung yakni korban meninggal dunia sebanyak 96 orang dan dilaporkan hilang berjumlah 69 orang. Rincian dari total tersebut berada di 3 Kabupaten diantaranya Flores Timur meninggal dunia 64 orang, dalam pencarian 4 orang dan di Alor meninggal dunia 17 orang, dalam pencarian 24 orang, sementara itu Lembata meninggal dunia 15 orang, dalam pencarian 41 orang. Bencana juga menyebabkan angka pengungsi yang terdata oleh BNPB sebanyak 13.230 jiwa di NTT yang terdapat di beberapa Kabupaten.

Melihat dari dampak yang ditimbulkan, Basarnas menambah kekuatan personil untuk diperbantukan diantaranya dari Kantor Basarnas Denpasar (8 orang), Makassar (10 orang), Kupang  (6 orang) dan juga Basarnas Spesial Group (10 orang). Gede Darmada, S.E., M.A.P. selaku Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali) mengungkapkan bahwa sebanyak 8 personil yang dipimpin komandan tim akan diberangkatkan dengan perlengkapan dan peralatan yang diperlukan. "Anggota yang di BKO kan akan berangkat dengan pesawat udara menuju Kupang, Larantuka, selanjutnya Lambata  nantinya akan ditempatkan di titik terdampak," terangnya. Sebelum berangkat seluruh personil telah melakukan rapid antigen dengan hasil negatif. Menurut Darmada secara fisik seluruh personil siap untuk melakukan tugas di wilayah Bencana. 

Berdasarkan pembagian wilayah, penanganan bencana di NTT terkait pencarian dan pertolongan (SAR) merupakan wilayah kerja dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere (Basarnas Maumere), namun Darmada menjelaskan bahwa dalam bencana sekala besar yang menelan banyak korban jiwa meninggal ataupun hilang, tidak menutup kemungkinan untuk bantuan dari beberapa Kantor SAR terdekat dan juga dari Basarnas Pusat. "Upaya percepatan penanganan dampak bencana utamanya terkait korban jiwa, maka ada beberapa pertimbangan pengerahan SRU yang lebih banyak," pungkas Darmada. Pengiriman personil ke luar wilayah tidak berpengaruh terhadap respon time di Kantor Basarnas Bali sendiri, karena sudah diperhitungkan sebelumnya.

Sampai saat ini rencananya 8 personil tersebut akan melakukan operasi SAR di daerah terdampak banjir dan tanah longsor di NTT selama 1 minggu. "Nantinya personil dari Basarnas Bali akan ditempatkan di daerah  Lambata, namun tidak menutup kemungkinan adanya perubahan rencana," tutup Darmada. (ay/ hms dps)

 



Kategori Berita Kansar , General Artikel , General Berita .
Pengunggah : Daru Nugroho
7 April 13:00 WIB