KANTOR PENCARIAN DAN PERTOLONGAN DENPASAR (0361) 703300


PESERTA PELATIHAN RAIH SERTIFIKASI TEKNIK WATER RESCUE DARI BASARNAS


JEMBRANA - Usai melaksanakan pelatihan sejak hari Selasa (10/3/2020) akhirnya seluruh peserta telah berhasil mendapatkan keseluruhan materi dan praktek teknik penyelamatan di permukaan air (water rescue). Pelatihan tersebut ditutup secara langsung oleh Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali), Gede Darmada, S.E., M.AP. bertempat di Pantai Candikusuma. Pada kesempatan tersebut ia mengatakan bahwa sebagai insan SAR haruslah terus mengisi diri dengan mengasah kemampuan teknik yang berhubunga dengan ilmu pencarian dan pertolongan. Menurutnya resiko bahaya yang bisa merenggut nyawa dapat diminimalisir dengan banyaknya unsur SAR yang handal dan respon time yang cepat.

Pelaksanaan Pelatihan Potensi SAR yang sejatinya dilaksanakan hingga tanggal 16 Maret 2020, dipadatkan materinya hingga bisa ditutup pada Sabtu (14/3/2020). Kriteria sertifikasi telah terpenuhi dengan 72 jam pelajaran. Seluruh peserta sebanyak 50 orang dengan antusias mengikuti keseluruhan materi dan praktek yang diberikan para instruktur profesional. Turut mendampingi 1 orang observer dari  Basarnas Pusat. "Saya terkesan dengan semangatnya, mau belajar dari pagi hingga malam, semoga kedepannya semangat itu tetap ada demi tugas kemanusiaan di bidang SAR," tegas Darmada.

Seluruh peserta diharapkan mampu melakukan teknik-teknik pertolongan diantaranya diantaranya pertolongan pertama (first aid), pemindahan dan penilaian korban, bantuan hidup dasar dan resusitasi jantung paru, pengantar dan pedoman keselamatan di air, Personal Floating Device (PFD), metode  pertolongan dipermukaan (RTRGT), akses dan pertolongan (Pengetahuaan prahu karet, Olah gerak/ dayung, motor tempel), serta teknik renang gaya dada dan gaya bebas.     

Dalam sambutan Gede Darmada menjelaskan terkait beragamnya kejadian yang ditangani Basarnas Bali bersama Potensi SAR di Kabupaten Jembrana. "Belakangan ini sangat beragam macamnya, mulai dari kapal tenggelam, jatuh ke sumur, terseret arus di pantai, hilang di gunung, banjir dan angin puting beliung," ungkapnya. Dengan gambaran tersebut dituntut adanya kesiapsiagaan personil dan peralatan yang baik. Semakin cepat respontime semakin besar pula kemungkinan korban bisa diselamatkan.

Acara penutupan Pelatihan Potensi SAR Teknik Pertolongan di Permukaan Air selesai dilaksanakan pada pukul 16.30 Wita. Sebagai simbolisasi telah berakhirnya pelatihan, Kepala Kantor melakukan pelepasan tanda peserta yang diwakilkan oleh 2 orang. "Nantinya para peserta akan memperoleh sertifikasi langsung dari Basarnas, dan dianggap telah memiliki kemampuan dalam melakukan pertolongan water rescue," tutup Darmada. Acara diakhiri dengan penganbilan foto bersama seluruh peserta. (krs/ay/hms dps)

 



Kategori Berita Kansar , General Artikel , General Berita .
Pengunggah : Recylia
14 March 19:04 WIB