KANTOR PENCARIAN DAN PERTOLONGAN DENPASAR (0361) 703300


USAI TEREVAKUASI NAHKODA KAPAL STAR GINA 2 GR DIBAWA KE RS SANGLAH


BENOA --- Proses evakuasi terhadap nahkoda Kapal Star Gina 2 GR berlangsung hingga petang, Selasa (13/10/2020). Kurang lebih 3 jam lamamya berlayar, akhirnya tim SAR gabungan tiba di lokasi intercept pada pukul 17.45 Wita. Namun karena kondisi alun tinggi KN SAR Arjuna 229 tidak dapat merapat ke badan kapal. Terlalu beresiko apabila kapal saling mendekat, karena bisa terjadi tabrakan ataupun benturan yang membahayakan keselamatan.

Pukul 18.30 Wita, Basarnas Bali menggerakan RIB (rigid inflatable boat) menuju posisi pertemuan yakni di Selat Badung. Satu jam lebih setelahnya tim SAR berhasil mendekati Kapal Star Gina 2 GR, dan selanjutnya korban dievakuasi. Dalam keterangan Gede Darmada, S.E., M.AP. mengatakan bahwa saat dievakuasi kondisi korban tidak bisa merespon, tampak pucat dan membiru. "Tadi prosesnya korban dibawa ke RIB dengan bantuan tali, tubuhnya terbungkus selimut  hingga bagian kepala dan diikatkan pada tandu, menurut tim yang terlibat langsung menjelaskan bahwa kondisi korban tak ada respon, tampak pucat dan membiru," jelasnya.

Tim melakukan evakuasi dengan sangat hati-hati agar posisi korban tetap stabil, terlebih kondisi alun saat itu cukup menyulitkan. Baru sekitar pukul 20.15 Wita korban sudah berada di RIB dan selanjutnya bergerak menuju Pelabuhan Benoa. 

"Setibanya di Pelabuhan Benoa, korban kami serahkan ke KKP Benoa untuk dilakukan pemeriksaan, jadi bagaimana kondisi korban nantinya akan diketahui oleh pihak medis," tutup Darmada. Ambulance RS BIMC yang telah standby di Pelabuhan Benoa langsung membawa korban ke RSUP Sanglah. Selama operasi SAR berlangsung telah melibatkan unsur SAR dari Basarnas Bali sebanyak 25 personil, Lanal Denpasar, Dit Pol Air Polda Bali, SROP Benoa, Imigrasi Pelabuhan Benoa, KKP Pelabuhan Benoa, Satgas Covid Provinsi Bali, VTS Benoa dan Agen Kapal Tama Samudra.

Diberitakan sebelumnya, Kapal Star Gina 2 GR meminta bantuan evakuasi terhadap Nahkodanya atas nama Geneper Oledan (50) yang berkewarganegaraan Philipina. Kapal kargo bebendera Liberia tersebut bertolak dari Manila hendak menuju Port Hedlan. Namun menurut laporan yang diterima Basarnas Bali dari VTS Benoa, saat kapal berada di perairan Lombok, korban mengalami gangguan kesehatan. (ay/ hms dps)

 



Kategori Berita Kansar , General Artikel , General Berita , Kondisi Yang Membahayakan Jiwa Manusia .
Pengunggah : Daru Nugroho
14 October 8:00 WIB