<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom">
    <channel>
        <atom:link href="https://denpasar.basarnas.go.id/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
        <title><![CDATA[RSS Feed]]></title>
        <link><![CDATA[https://denpasar.basarnas.go.id/feed]]></link>
        <description><![CDATA[Basarnas RSS Feed.]]></description>
        <language>id-ID</language>
        <pubDate>Fri, 25 Sep 2026 03:56:28 +0700</pubDate>

                    <item>
                <title><![CDATA[BASARNAS BALI IKUT TERLIBAT DALAM AIRPORT EMERGENCY EXERCISE]]></title>
                <link>https://denpasar.basarnas.go.id/berita/basarnas-bali-ikut-terlibat-dalam-airport-emergency-exercise</link>
                <description><![CDATA[<p>BADUNG --- Personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar turut terlibat dalam latihan keselamatan skala penuh bertajuk Airport Emergency Exercise (AEE) yang diselenggarakan oleh PT. Angkasa Pura, Rabu (23/9/2026) di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya dengan didampingi Kasi Operasi dan Siaga SAR, I Wayan Juni Antara hadir langsung dan terlibat dalam Latihan tersebut. Persiapan jelang kegiatan ini sudah berlangsung sejak Selasa (22/9/2026) melalui gelar TTX (Tabletop Exercise) bersama stakeholder lainnya. Airport Emergency Exercise (AEE) ini mensimulasikan berbagai skenario kondisi darurat, mulai dari kebakaran gedung akibat gempa, ancaman bom, hingga kecelakaan pesawat.</p>
<p>Bandara menjadi pintu gerbang utama, selain Pelabuhan, sebagai akses keluar masuknya orang. Telah terdata adanya sekitar 140 ribu pergerakan pesawat setiap tahunnya dengan jumlah penumpang kurang lebih 24 juta. Hal ini yang melatarbelakangi digelarnya Airport Emergency Exercise (AEE). Langkah mitigasi dan kesiapsiagaan seluruh instansi dalam menghadapi keadaan darurat menjadi hal yang krusial, sehingga dapat dipastikan kesiapan semua elemen dalam komunitas Bandara ataupun eksternal yang terkait. Selain dari Basarnas, latihan skala penuh ini melibatkan 860 personel gabungan dari berbagai instansi.</p>
<p><img src="https://denpasar.basarnas.go.id/storage/uploads/posts/mceu_91581449711790224505597.jpg"></p>
<p>"Ada 10 personel yang turut menjadi bagian dari latihan ini, selain untuk mematangkan kesiapan apabila ada keadaan darurat, juga untuk mengujikan SOP yang ada di Bandara, sehingga sebagai bagian eksternal dari PT Angkasa Pura bisa memahami SOPnya seperti apa," Terang I Nyoman SIdakarya, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar. Selain melatih alur komunikasi dan komando antarunit, kegiatan ini menguji sejumlah dokumen pedoman keselamatan, seperti Airport Emergency Plan (AEP), Airport Security Programme (ASP), serta Airport Disaster Management Plan (ADMP).</p>
<p>Pada Latihan gabungan kali ini, personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar terlibat dalam skenario ke 3 latihan yakni penanganan kecelakaan pesawat Udara (Aircraft Accident Exercise). Ini merupakan puncak dari 3 skenario yang dimainkan kemarin malam. Pada simulasi digambarkan adanya insiden pendaratan darurat pesawat Boeing 777-200ER yang mengangkut 350 penumpang dan awak. Pesawat terbakar hebat sesaat setelah touchdown di landasan pacu. dan langsung direspon cepat oleh tim SAR gabungan.</p>
<p>"Seluruh rangkaian acara yang juga diikuti 10 pesonel dari Basarnas berjalan aman dan lancar," tutup Sidakarya. Ia berharap keterlibatan Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar dapat memperkuat jalur koordinasi dan komunikasi jika terjadi keadaan darurat yang memerlukan bantuan SAR. (ay/hmsdps)</p>
<p>&nbsp;</p>]]></description>
                <author><![CDATA[Admin Denpasar <admin.denpasar@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://denpasar.basarnas.go.id/13988</guid>
                <pubDate>Fri, 25 Sep 2026 03:56:28 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[SEMPAT DIKABARKAN HILANG DAN DICARI SELAMA 5 HARI, 3 POB BALIMAN DITEMUKAN SELAMAT]]></title>
                <link>https://denpasar.basarnas.go.id/berita/sempat-dikabarkan-hilang-dan-dicari-selama-5-hari-3-pob-baliman-ditemukan-selamat</link>
                <description><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>Setelah dilakukan pencarian selama beberapa hari, tiga orang yang merupakan kapten dan anak buah kapal (ABK) speed boat BALIMAN yang mengalami mati mesin di Perairan Manta Point, Nusa Penida, akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat di Pantai Puger, Jawa Timur. Ketiganya sebelumnya dilaporkan hilang setelah speed boat yang mereka tumpangi mengalami mati mesin pada Sabtu, 12 September 2026.</p>
<p>Ketiga korban yang berhasil ditemukan tersebut yakni I Nyoman Budiana (kapten), Keristino Sahreza Avendi Da (ABK), dan Niko Demios Landena (ABK). Sebelumnya, pada Rabu (16/9/2026), memasuki hari kelima operasi SAR, tim SAR Gabungan kembali melaksanakan pencarian dengan mengerahkan RIB 02 Denpasar bertolak dari Pelabuhan Benoa pada pukul 08.00 Wita menuju area pencarian. Perwakilan pihak keluarga juga turut melakukan pencarian bersama-sama tim SAR gabungan. Area pencarian sebelumnya telah diplot berdasarkan perhitungan arah dan kecepatan angin serta arus laut untuk memperkirakan kemungkinan pergerakan korban, namun hingga sore hari hasilnya masih nihil.</p>
<p>Selain unsur SAR Gabungan, upaya pencarian juga mendapat dukungan dari belasan perahu kelompok nelayan yang turut melakukan penyisiran di sejumlah wilayah perairan. Koordinasi dengan VTS Benoa juga terus dilakukan untuk mendapatkan informasi terkait pergerakan kapal yang melintas di sekitar area pencarian.</p>
<p><img src="https://denpasar.basarnas.go.id/storage/uploads/posts/mceu_80480425211789951187580.jpg"></p>
<p>Kondisi cuaca dan laut menjadi salah satu kendala dalam pelaksanaan pencarian. Berdasarkan laporan tim SAR di lapangan, ketinggian gelombang laut berkisar 2 hingga 4 meter.</p>
<p>Operasi SAR kemudian terus dikoordinasikan dan dilanjutkan hingga akhirnya pada Rabu (16/9/2026) pukul 21.06 Wita. "Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menerima informasi dari rekan korban bahwa speed boat beserta ketiga korban telah berhasil dievakuasi oleh warga nelayan ke Pantai Puger, Jawa Timur," jelas I Nyoman Sidakarya, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar.</p>
<p>Menindaklanjuti informasi tersebut, pada pukul 21.11 Wita, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar melakukan koordinasi dengan Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi. Selanjutnya, pada pukul 21.15 Wita, sebanyak empat personel Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi bergerak menuju Pantai Puger untuk melakukan pengecekan dan memastikan kondisi ketiga korban.</p>
<p>"Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi berhasil bertemu dengan ketiga korban dan dari hasil pemeriksaan memastikan bahwa I Nyoman Budiana, Keristino Sahreza Avendi Da, dan Niko Demios Landena dalam keadaan selamat dan sehat," imbuhnya.</p>
<p>Sementara itu speed boat berada di sekitar Rumpon Bleduk, dengan jarak kurang lebih 42 NM dari pesisir. Rencana kepulangan korban akan dijemput oleh pihak keluarga pada hari ini, tanggal 17 September 2026. (ay/hmsdps)&nbsp;</p>]]></description>
                <author><![CDATA[Admin Denpasar <admin.denpasar@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://denpasar.basarnas.go.id/13987</guid>
                <pubDate>Fri, 25 Sep 2026 01:07:56 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[HARI KE TIGA PENCARIAN KORBAN HILANG DI PERAIRAN MANTA POINT]]></title>
                <link>https://denpasar.basarnas.go.id/berita/hari-ke-tiga-pencarian-korban-hilang-di-perairan-manta-point</link>
                <description><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>NUSA PENIDA --- Operasi SAR 3 orang, yang merupakan kapten dan ABK speed boat mati mesin di Perairan Manta Point, Nusa Penida memasuki hari ke 3, Senin (14/9/2026). Sama seperti kemarin, &nbsp;tim SAR gabungan menggerakkan KN SAR Arjuna 229 dan heli FINNS SGi Air Bali.&nbsp;</p>
<p>Pada pukul 08.00 Wita, KN SAR Arjuna lepas sandar dari Pelabuhan Benoa menuju lokasi pencarian dengan luasan 45,2 NM2 dan melibatkan 25 personel. Empat jam lamanya kapal mengitari perairan perkiraan korban berada, namun hasilnya masih nihil. Pengerahan helicopter FINNS SGI Air Bali pada pukul 15.00 Wita sampai kurang lebih satu setengah jam lamanya belum juga menemukan titik terang. "Kami sudah ploting area pencarian dengan perhitungan arah dan kecepatan angin serta arus, sesuai dengan perhitungan, namun pencarian dengan kedua Alut yang bergerak belum memberikan hasil," terang I Wayan Juni Antara, Kasi Operasi dan Siaga SAR. Ia juga mengungkapkan ada belasan perahu dari kelompok nelayan yang juga turut serta melakukan pencarian. Upaya koordinasi dengan VTS Benoa telah dilakukan pada pagi hari dan sore hari ini.&nbsp;</p>
<p><img src="https://denpasar.basarnas.go.id/storage/uploads/posts/mceu_47034911111789450387867.jpg"></p>
<p>Identitas korban yang masih dalam pencarian yakni I Nyoman Budiana (kapten), Keristino Sahreza Avendi Da (ABK), Niko Demios Landena (ABK). "Laporan awal kami terima menyebutkan ada 1 orang yang masih berada dalam speed boat yang alami mati mesin pada hari Sabtu, 12 September 2026, dan dihari berikutnya pihak keluarga baru mengkonfirmasi ada 3 orang berada di sana," ujar Juni Antara.&nbsp;</p>
<p>Laporan dari tim SAR di lapangan bahwa kondisi angin dan gelombang sempat menjadi kendala, dimana kecepatan angin berkisar 12 kt dan ketinggian gelombang laut mencapai 2 hingga 4 meter. Rencananya operasi SAR kembali dilanjutkan besok pagi.&nbsp;</p>
<p>Upaya pencarian hari ini melibatkan unsur SAR dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, FINNS SGi Air Bali, Polairud Polda Bali, Lanal Denpasar dan kelompok nelayan serta keluarga korban. (ay/hmsdps)</p>]]></description>
                <author><![CDATA[Admin Denpasar <admin.denpasar@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://denpasar.basarnas.go.id/13986</guid>
                <pubDate>Thu, 24 Sep 2026 20:13:27 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[ALAMI MATI MESIN, 4 POB BERHASIL DISELAMATKAN]]></title>
                <link>https://denpasar.basarnas.go.id/berita/alami-mati-mesin-4-pob-berhasil-diselamatkan</link>
                <description><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>BENOA --- Empat orang terombang ambing di Perairan Benoa saat jukung yang mereka naiki mengalami mati mesin, Senin (14/9/2026) sore. Khawatir Jukung terbawa arus dan semakin menjauh, sehingga mereka meminta bantuan untuk dievakuasi.</p>
<p>Setelah menerima laporan kejadian tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menggerakkan RIB 02 Denpasar dengan 3 personel untuk menuju posisi jukung. "Laporannya kami terima pada pukul 15.50 Wita dari salah seorang korban atas nama Aca, bahwa jukung yang mereka sewa alami mati mesin akibat kehabisan BBM dan berada di tengah laut" terang Wayan Juni Antara, Kasi Operasi dan Siaga SAR Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar. Identitas 3 korban lainnya &nbsp;atas nama Zwa (30), Ketut (28) dan Dedek (35).&nbsp;</p>
<p>Pada pukul 16.10 Wita tim SAR bergerak dari Pelabuhan Benoa. Selanjutnya berselang 25 menit mereka sudah berhasil menemukan posisi jukung. "Mempertimbangkan dari ukuran jukung yang kecil dan jarak yang tidak terlalu jauh, kami putuskan untuk menarik jukung hingga menuju ke Dermaga Pasir Pelabuhan Benoa," imbuhnya.&nbsp;</p>
<p>Sekitar pukul 17.30 Wita seluruh korban telah terevakuasi dalam keadaan sehat dan akhirnya sampai di dermaga Pasiran Pelabuhan Benoa. (ay/hmsdps).&nbsp;</p>]]></description>
                <author><![CDATA[Admin Denpasar <admin.denpasar@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://denpasar.basarnas.go.id/13985</guid>
                <pubDate>Thu, 24 Sep 2026 13:22:27 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[TINGKAT KECELAKAAN KAPAL DAN BENCANA DI KABUPATEN JEMBRANA CUKUP TINGGI, BASARNAS AJUKAN POS SAR JEMBRANA MENJADI KANTOR SAR KELAS IV]]></title>
                <link>https://denpasar.basarnas.go.id/berita/tingkat-kecelakaan-kapal-dan-bencana-di-kabupaten-jembrana-cukup-tinggi-basarnas-ajukan-pos-sar-jembrana-menjadi-kantor-sar-kelas-iv</link>
                <description><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>JEMBRANA --- Kabupaten Jembrana sebagai gerbang utama penyebrangan dari pulau Jawa menuju pulau Bali tentunya menjadikan Pelabuhan Gilimanuk sebagai penyebrangan laut utama untuk arus distribusi, logistik, pariwisata dan juga mobilitas manusia. Hal ini tentunya meningkatkan resiko akan terjadinya kecelakaan, khususnya kecelakaan di bidang pelayaran.</p>
<p>Untuk mengantisipasi kejadian tersebut serta meningkatkan response time penanganan kecelakaan, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) melalui Kemenpan RB mengusulkan peningkatan status Pos SAR Jembrana menjadi Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas IV.</p>
<p>Sejalan dengan itu, hari ini, Senin (14/9/2026) pagi Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, S.H.,M.M. beserta jajarannya melaksanakan audiensi kepada Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, S.E.,M.M.</p>
<p>Dalam audiensinya, Sidakarya menyampaikan ucapan terima kasih atas waktu yang diluangkan dan penerimaan yang baik dalam audiensi ini.</p>
<p>"Tingkat kejadian kecelakaan di Kabupaten Jembrana cukup tinggi, kita selalu bersinergi dengan stakeholder terkait, termasuk BPBD Jembrana dalam kegiatan operasi SAR," jelasnya.</p>
<p><img src="https://denpasar.basarnas.go.id/storage/uploads/posts/mceu_30637767111789450053566.jpg"></p>
<p>Ia menambahkan, sebagai salah satu syarat pengajuan usulan peningkatan status Pos Pencarian dan Pertolongan menjadi Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas IV adalah surat rekomendasi yang diterbitkan dari pemerintah daerah. Menanggapi hal tersebut, Bupati Jembrana menyambut baik atas usulan yang dimohonkan oleh Basarnas. "Bencana banjir paling sering terjadi di Kabupaten Jembrana, saya mengapresiasi Basarnas yang telah turun ke lapangan bersinergi dengan BPBD kami," ujarnya.</p>
<p>Dukungan penuh juga diberikan Bupati Jembrana atas usulan peningkatan status dari Pos SAR menjadi Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas IV<br>"Selain pelabuhan utama Gilimanuk nantinya akan ada pengembangan Pelabuhan Perikanan Rakyat (PPR) di wilayah Desa Pengambengan, Kabupaten Jembrana. Dengan adanya dua pelabuhan ini nantinya beban kerja tim SAR juga akan bertambah berat," tegasnya.</p>
<p>Beliau juga berpesan agar penanganan musibah dan bencana dapat dilakukan secepat mungkin serta selalu berkoodinasi dengan stakeholder terkait.</p>
<p>"Masukan-masukan tersebut saya terima dari masyarakat saat berkunjung, ini akan terus menjadi evaluasi saya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat Jembrana," tutupnya.<br>Di akhir kegiatan Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar memberikan cindera mata kepada Bapak Bupati Jembrana. (Krs)&nbsp;</p>]]></description>
                <author><![CDATA[Admin Denpasar <admin.denpasar@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://denpasar.basarnas.go.id/13984</guid>
                <pubDate>Thu, 24 Sep 2026 12:55:20 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[HARI KEEMPAT PENCARIAN, NELAYAN JEMBRANA DITEMUKAN DI BANYUWANGI]]></title>
                <link>https://denpasar.basarnas.go.id/berita/hari-keempat-pencarian-nelayan-jembrana-ditemukan-di-banyuwangi</link>
                <description><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>JEMBRANA - Pencarian terhadap seorang nelayan asal Desa Cupel, Kabupaten Jembrana, Bali, yang mengalami kecelakaan di Perairan Pulukan, Kecamatan Pekutatan, akhirnya membuahkan hasil pada hari keempat, Minggu,(13/9/2026).&nbsp;</p>
<p>Korban yang sebelumnya dilaporkan hilang setelah sampannya pecah akibat menabrak kayu, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di kawasan muara Pantai Banyuwangi oleh nelayan setempat.&nbsp;</p>
<p>Meskipun pencarian hari keempat dihadang gelombang tinggi, penyisiran tetap dilanjutkan sejak pagi. Pencarian dipusatkan dari wilayah Pantai Pengambengan. Sejumlah Alut dikerahkan untuk menyisir perairan, diantaranya RIB 01 Gilimanuk, RIB 02 Banyuwangi dan 2 perahu milik keluarga korban juga ikut menyisir ke arah Banyuwangi.</p>
<p><img src="https://denpasar.basarnas.go.id/storage/uploads/posts/mceu_7065902011789449934754.jpg"></p>
<p>Hingga akhirnya sekitar pukul 15.50 WITA, korban ditemukan oleh nelayan di muara Pantai Banyuwangi. Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana, Dewa Hendri Gunawan, membenarkan penemuan tersebut. &ldquo;Hari ini pencarian hari keempat terhadap nelayan yang berasal dari Cupel. Pelaksanaannya sudah kami laksanakan bersama Tim SAR Gabungan. Sampai saat ini memang korban sudah ditemukan dan nelayan membawa ke Pantai Pengambengan,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>Korban pertama kali diemukan oleh nelayan Banyuwangi dalam keadaan meninggal dunia. Selanjutnya jenasah tersebut dikuburkan darena tidak terdapat identitasnya. Tim SAR gabungan yang menerima informasi adanya penemuan jenasah dan berkoordinasi dengan pihak keluarga. Pihak keluarga telah mengkonfirmasi bahwa jenasah tersebut benar adalah I Gusti Putu Sugiarta (38 tahun), kemudian dibawa menggunakan perahu milik keluarga menuju Pantai Pengambengan.</p>
<p>Sekitar pukul 17.00 WITA, perahu yang membawa korban tiba di Pantai Pengambengan. Tim SAR Gabungan langsung melakukan proses evakuasi. &ldquo;Selanjutnya Tim SAR bersama Tim SAR Gabungan melaksanakan evakuasi dan akan dibawa ke Rumah Sakit Umum Negara menggunakan ambulans dari Polres Jembrana,&rdquo; jelas Dewa Hendri Gunawan.</p>
<p>Selama berlangsungnya operasi turut melibatkan unsur SAR dari Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana, Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, TNI AL Pos Pengambengan, Polair Polres Jembrana, Polres Jembrana, serta nelayan dan masyarakat setempat.</p>]]></description>
                <author><![CDATA[Admin Denpasar <admin.denpasar@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://denpasar.basarnas.go.id/13983</guid>
                <pubDate>Thu, 24 Sep 2026 23:50:57 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[JATUH KE JURANG SEDALAM 80 METER DI TEBING KELINGKING BEACH, WNA DITEMUKAN DALAM KONDISI MENINGGAL DUNIA]]></title>
                <link>https://denpasar.basarnas.go.id/berita/jatuh-ke-jurang-sedalam-80-meter-di-tebing-kelingking-beach-wna-ditemukan-dalam-kondisi-meninggal-dunia</link>
                <description><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>NUSA PENIDA --- Seorang warga negara asing (WNA) asal Australia, Cronin Brianna Lani (P/30) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah jatuh dari tebing Kelingking Beach, Desa Bunga Mekar, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung pada Sabtu pagi, (12/9/2026).</p>
<p>"Dari informasi di lapangan, korban diperkirakan jatuh sekitar pukul 09.00 pagi. Saat itu korban mancari jalur mandiri menuju ujung tebing sebelum akhirnya tergelincir dan jatuh ke jurang," ujar Koordinator Unit Siaga Nusa Penida, Cakra Negara saat memberikan keterangan.</p>
<p>Peristiwa tersebut dilaporkan pertama kali oleh Bapak Pageh selaku warga Desa Kelingking sekira pukul 09.50 Wita.<br>"Usai menerima perintah pimpinan, kami kemudian memberangkatkan tim penolong menuju lokasi kejadian serta berkoordinasi dengan unsur SAR lainnya untuk melaksanakan upaya evakuasi," terangnya. Cakra menambahkan, rencana evakuasi yang semula akan dilakukan lewat laut harus dibatalkan akibat gelombang pasang yang cukup tinggi di bibir pantai.</p>
<p><img src="https://denpasar.basarnas.go.id/storage/uploads/posts/mceu_32686711111789449814792.jpg"></p>
<p>Evakuasi selanjutnya dilaksanakan secara menual dengan menaiki anak tangga Pantai Kelingking.<br>"Saat ditemukan, korban mengalami beberapa fraktur pada bagian tubuh dan selanjutnya kami lakukan packing di atas tandu untuk memudahkan proses evakuasi," jelas Cakra.</p>
<p>Akses jalan yang menanjak dan sempit cukup menyulitkan tim penolong untuk melakukan proses evakuasi. Akhirnya korban berhasil dibawa naik ke atas setelah melaksakan proses evakuasi yang mencapai 1,5 jam.</p>
<p>"Korban selanjutnya dievakuasi menuju Klinik Griya Penida menggunakan ambulance Griya Penida," tutupnya.<br>Operasi Pencarian dan Pertolongan ini turut melibatkan beberapa unsur SAR diantaranya, TNI AL Pos Nusa Penida, Polsek Nusa Penida, Balawista Nusa Pantai Kelingking, Babinsa Desa Bunga Mekar, Klinik Griya Penida dan Masyarakat setempat.&nbsp;</p>]]></description>
                <author><![CDATA[Admin Denpasar <admin.denpasar@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://denpasar.basarnas.go.id/13982</guid>
                <pubDate>Thu, 24 Sep 2026 13:37:09 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[HARI KEDUA OPERASI SAR, MENGERAHKAN SRU LAUT DAN UDARA]]></title>
                <link>https://denpasar.basarnas.go.id/berita/hari-kedua-operasi-sar-mengerahkan-sru-laut-dan-udara</link>
                <description><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>KLUNGKUNG &mdash; Tim SAR gabungan melaksanakan pencarian hari ke dua terhadap satu orang yang dilaporkan hilang setelah speed boatnya mengalami mati mesin di Perairan Manta Point, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali, Minggu (13/9/2026).</p>
<p>Laporan kejadian diterima kemarin malam oleh petugas siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada pukul 20.20 Wita. Diketahui bahwa identitas korban bernama I Nyoman Budiana (49). Dari informasi pelapor diungkapkan bahwa perkiraan waktu kejadian sekitar pukul 19.00 Wita.</p>
<p>Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar sebanyak 4 personel bersama 1 personel Polairud Polda Bali langsung bergerak menuju lokasi kejadian menggunakan RIB 02 Denpasar. Namun ketika tiba di posisi terakhir, speed boat itu sudah menghilang.&nbsp;</p>
<p><img src="https://denpasar.basarnas.go.id/storage/uploads/posts/mceu_91580694311789449698945.jpg"></p>
<p>Pada pelaksanaan Operasi SAR hari kedua, Tim Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar mengerahkan KN SAR Arjuna 229. Kapal tersebut lepas sandar dari Pelabuhan Benoa pada pukul 08.30 Wita dengan jumlah personel yang terlibat sebanyak 20 orang. Pergerakan KN SAR Arjuna 229 berlangsung kurang lebih empat jam lamanya. Namun, hingga pelaksanaan pencarian hari kedua berakhir, keberadaan korban masih belum ditemukan.</p>
<p>Hal serupa juga didapat dari pergerakan Helikopter Type Bell 412 &nbsp;milik SGi Air Bali yang didukung oleh Finns Search and Rescue. Heli take off dari base nya di Benoa pada pukul 13.30 Wita dengan 7 orang on board, 3 diantaranya adalah personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, termasuk Kepala Seksi Operasi dan Siaga SAR8. Selama 1 jam pencarian belum juga menemukan tanda-tanda keberadaan korban.</p>
<p>Kondisi cuaca dan laut di sekitar lokasi pencarian menjadi salah satu tantangan bagi tim SAR. Ketinggian alun di area pencarian cukup ekstrem, mencapai sekitar 4 meter.&nbsp;</p>
<p>Operasi SAR akan terus dikoordinasikan dan dievaluasi berdasarkan perkembangan di lapangan. Rencanya upaya pencarian akan kembali dilanjutkan besok pagi.</p>
<p>Unsur SAR yang terlibat dalam operasi pencarian antara lain personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Polairud Polda Bali, SGi Air Bali, FINNS Search and Rescue serta unsur terkait lainnya yang mendukung pelaksanaan operasi SAR. (ay/hmsdps)</p>]]></description>
                <author><![CDATA[Admin Denpasar <admin.denpasar@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://denpasar.basarnas.go.id/13981</guid>
                <pubDate>Thu, 24 Sep 2026 10:16:32 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[PEMANCING TERPELESET DAN JATUH KE SUNGAI DI BAWAH JEMBATAN IMAM BONJOL, DITEMUKAN MENINGGAL DUNIA]]></title>
                <link>https://denpasar.basarnas.go.id/berita/pemancing-terpeleset-dan-jatuh-ke-sungai-di-bawah-jembatan-imam-bonjol-ditemukan-meninggal-dunia</link>
                <description><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>DENPASAR &mdash; Operasi SAR terhadap seorang warga yang dilaporkan terpeleset dan terjatuh ke sungai di bawah Jembatan Jalan Imam Bonjol, Kota Denpasar, Bali, berakhir dengan ditemukannya korban dalam kondisi meninggal dunia, Sabtu (12/9/2026)&nbsp;</p>
<p>Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menerima informasi kejadian tersebut pada pukul 15.50 WITA dari Bram, anggota potensi SAR 115. Berdasarkan laporan yang diterima, kejadian diperkirakan berlangsung sekitar pukul 14.00 WITA. Korban diketahui bernama Farul (20), asal Jember. &ldquo;Begitu menerima laporan, kami langsung melakukan koordinasi dengan unsur terkait dan mengerahkan tim rescue menuju lokasi. Setelah tiba di lokasi, tim segera melakukan pencarian dan penyelaman hingga akhirnya korban berhasil ditemukan,&rdquo; ujar I Nyoman Sidakarya. Diungkapkan olehnya bahwa sesaat sebelum kejadian, korban sedang melakukan aktivitas memancing di sekitar aliran sungai yang berada di bawah Jembatan Jalan Imam Bonjol. Korban diduga terpeleset hingga terjatuh ke dalam sungai.</p>
<p>Sekitar pukul 16.10 WITA, tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar mengerahkan tujuh personel menggunakan menuju lokasi kejadian. Setengah jam berselang tim tiba di lokasi dan langsung mempersiapkan alat selam untuk melakukan pencarian. Dua orang rescuer dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar melaksanakan penyelaman di sekitar lokasi kejadian. Setelah melakukan penyisiran di bawah permukaan air, pada pukul 17.35 WITA tim penyelam berhasil menemukan korban. Selanjutnya, jenasah Farul dibawa menuju RSUP Prof. Ngoerah menggunakan ambulans BPBD Kota Denpasar untuk proses lebih lanjut.</p>
<p>Selama berlangsungnya oerasi SAR turut melibatkan unsur SAR dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar sebanyak tujuh personel, Damkar Denpasar satu personel, Polsek Denpasar Barat lima personel, Reskrim Polsek Denpasar Barat lima personel, Potensi Yber lima personel, Potensi Red Car dan masyarakat setempat. (ay/hmsdps)&nbsp;</p>]]></description>
                <author><![CDATA[Admin Denpasar <admin.denpasar@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://denpasar.basarnas.go.id/13980</guid>
                <pubDate>Thu, 24 Sep 2026 15:41:06 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[SATU ORANG HILANG USAI SAMPANNYA PECAH MENABRAK KAYU]]></title>
                <link>https://denpasar.basarnas.go.id/berita/satu-orang-hilang-usai-sampannya-pecah-menabrak-kayu</link>
                <description><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>JEMBRANA &mdash; Tim SAR gabungan melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap satu orang yang dilaporkan hilang setelah sampan yang ditumpanginya menabrak kayu mengapung hingga rusak parah di Perairan Pulukan, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana, Bali, Kamis (10/9/2026) pagi. Ciri-ciri sampan berbahan fiber, warna putih dan tertera nama RAHAYU.&nbsp;</p>
<p>Awalnya korban bersama 2 rekan lainnya melaut, namun nahas saat berada di tengah perairan, sapan tersebut pecah saat tiba-tiba menghantam kayu. Ketiganya sempat berusaha menyelamatkan diri dengan berpegangan pada pecahan sampan. Mereka terapung-apung di laut selama kurang lebih 30 menit. Dua orang berhasil diselamatkan, sedangkan I Gusti Putu Sugiarta tidak lagi terlihat saat bantuan dari nelayan yang melintas tiba di lokasi. Sempat mereka melakukan pencarian dengan menyisir seputaran lokasi kejadian, namun hasilnya nihil.</p>
<p><img src="https://denpasar.basarnas.go.id/storage/uploads/posts/mceu_58947187011789447455813.jpg"></p>
<p>Informasi mengenai kejadian tersebut diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada pukul 11.15 Wita dari Bapak Ida Bagus Tripana, anggota Polair Polres Jembrana. Diketahui identitas korban atas nama I Gusti Putu Sugiarta (38). Setelah menerima laporan, personel Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana segera menuju Teluk Pelabuhan Gilimanuk untuk menggerakkan RIB (Rigid Inflatable Boat). Sebanyak tujuh personel Tim Rescue Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana ikut bergabung dengan unsur SAR lainnya. Pada sorti pertama pencarian, tim SAR gabungan berjumlah 5 personel lepas sandar menuju posisi terakhir korban terlihat.</p>
<p>Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, mengatakan bahwa pencarian dilakukan dengan mengoptimalkan Alut SAR laut dan koordinasi dengan unsur SAR lainnya. &ldquo;Begitu menerima laporan, kami langsung mengerahkan Tim Rescue Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana untuk melakukan pencarian terhadap korban. Tim SAR gabungan saat ini masih melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian dan area yang diperkirakan menjadi lokasi korban terakhir terlihat,&rdquo; ujar I Nyoman Sidakarya.</p>
<p>Hingga pukul 14.40 Wita SRU laut melakukan pencarian hingga Perairan Pengambengan. (ay/hmsdps)</p>]]></description>
                <author><![CDATA[Admin Denpasar <admin.denpasar@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://denpasar.basarnas.go.id/13979</guid>
                <pubDate>Thu, 24 Sep 2026 23:36:13 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[DUA PENDAKI TERSESAT DI GUNUNG AGUNG, TIM SAR GABUNGAN LAKUKAN PENCARIAN DI KETINGGIAN 2.800 MDPL]]></title>
                <link>https://denpasar.basarnas.go.id/berita/dua-pendaki-tersesat-di-gunung-agung-tim-sar-gabungan-lakukan-pencarian-di-ketinggian-2800-mdpl</link>
                <description><![CDATA[<p>KARANGASEM - Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar melalui Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem turut melaksanakan operasi SAR terhadap dua orang pendaki yang dilaporkan tersesat saat turun dari Gunung Agung, Kabupaten Karangasem, Bali. Kedua pendaki tersebut diperkirakan berada di kawasan hutan pada ketinggian sekitar 2.800 meter di atas permukaan laut (mdpl).</p>
<p>Informasi mengenai kondisi membahayakan manusia tersebut diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada Rabu (9/9/2026) pukul 08.25 Wita dari pelapor atas nama A. A. Sg. Istri Paramita. Berdasarkan laporan, diperkirakan mereka tersesat pada hari Selasa (8/9/2026) sekitar pukul 17.30 Wita. Kedua pendaki diketahui melakukan pendakian melalui jalur Pos Pura Pasar Agung, Kecamatan Selat, Karangasem, pada Selasa (8/9/2026) sekitar pukul 02.00 Wita. Saat dalam perjalanan turun, keduanya diduga kehilangan arah dan tersesat.</p>
<p>Adapun kedua pendaki yang dilaporkan tersesat yaitu Piqri Zaenal Abidin (20) dan Lorenzo Regiraldo Tawang (23). Informasi terakhir yang diterima, keduanya berada di sekitar kawasan hutan pada pukul 17.30 Wita. Upaya menghubungi kedua pendaki hingga saat ini belum membuahkan hasil.</p>
<p><img src="https://denpasar.basarnas.go.id/storage/uploads/posts/mceu_86669388711788928357944.jpg"></p>
<p>Dalam proses pencarian awal, tongkat milik salah satu pendaki ditemukan pada ketinggian sekitar 2.854 mdpl. Temuan tersebut menjadi salah satu petunjuk bagi tim SAR gabungan dalam menentukan arah pencarian. Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem sebanyak enam personel bergerak pada pukul 08.45 Wita menuju lokasi. Pada pukul 10.00 Wita, tim tiba di area parkir Pasar Agung, Selat, Karangasem, kemudian melaksanakan koordinasi dengan seluruh unsur SAR gabungan yang terlibat dalam operasi pencarian. "Tim kemudian dibagi menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU) untuk memperluas area pencarian," terang I Nyoman Sidakarya, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar.</p>
<p>Pada pukul 10.35 Wita, SRU 1 yang terdiri dari 10 personel SAR gabungan bergerak menuju jalur pendakian untuk melakukan pencarian ke arah atas Gunung Agung. Kemudian pada pukul 10.56 Wita, SRU 2 yang juga berjumlah 10 personel bergerak menuju kawasan Embung Telung Buana untuk melaksanakan pencarian dari arah bawah menuju atas Gunung Agung. Kondisi cuaca di lokasi pencarian saat operasi berlangsung dilaporkan berawan dan hujan ringan, dengan jarak pandang sekitar 8 kilometer. Kondisi medan Gunung Agung yang memiliki kontur terjal dan kawasan hutan menjadi salah satu tantangan yang harus diperhatikan oleh tim dalam melaksanakan pencarian.</p>
<p><br>Operasi SAR melibatkan sejumlah unsur gabungan, di antaranya Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem, BPBD Karangasem, Babinsa Desa Sebudi, Bhabinkamtibmas Desa Sebudi, Polsek Selat, Damkar Karangasem, Puskesmas Selat dengan satu unit ambulans, pemandu KUPS lokal Pasar Agung, serta rekan korban. Seluruh unsur SAR gabungan terus melakukan pencarian dengan mengacu pada informasi terakhir mengenai posisi kedua pendaki serta petunjuk yang telah ditemukan di lapangan. Tim juga tetap mengutamakan keselamatan personel mengingat kondisi medan dan cuaca di kawasan Gunung Agung.</p>
<p><br>Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, menyampaikan bahwa pencarian terhadap kedua pendaki akan terus dilakukan dengan mengoptimalkan seluruh potensi SAR yang terlibat. (ay/hmsdps)</p>]]></description>
                <author><![CDATA[Admin Denpasar <admin.denpasar@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://denpasar.basarnas.go.id/13978</guid>
                <pubDate>Fri, 25 Sep 2026 00:42:39 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[WARGA BELUM KEMBALI DARI LADANG, TIM SAR GABUNGAN TEMUKAN PRIA 83 TAHUN DALAM KONDISI LINGLUNG]]></title>
                <link>https://denpasar.basarnas.go.id/berita/warga-belum-kembali-dari-ladang-tim-sar-gabungan-temukan-pria-83-tahun-dalam-kondisi-linglung</link>
                <description><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>JEMBRANA --- &nbsp;Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar melalui Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana melaksanakan operasi SAR terhadap seorang warga yang dilaporkan belum kembali dari ladang di Banjar Tibu Sambi, Desa Yeh Embang Kangin, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Senin (7/9/2026).</p>
<p>Korban diketahui bernama Gusti Komang Suatra (83). Informasi kejadian tersebut diterima petugaa siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada Senin (7/9/2026) pukul 07.30 WITA dari pelapor atas nama Komang Suartana, anggota Polsek Mendoyo. Berdasarkan informasi yang diterima, korban meninggalkan rumah pada Minggu (6/9/2026) sekitar pukul 13.00 WITA dengan berpamitan kepada keluarga untuk pergi ke ladang. Namun, hingga Senin pagi korban belum juga kembali ke rumah. Keluarga bersama warga sekitar kemudian melakukan pencarian secara mandiri, namun hasilnya nihil.&nbsp;</p>
<p>Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar berkoordinasi dengan Polsek Mendoyo dan pihak keluarga korban. Pada pukul 08.00 WITA, Tim Rescue Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana yang terdiri dari tujuh personel bergerak menuju lokasi kejadian. Tim tiba di lokasi pada pukul 08.40 WITA.&nbsp;</p>
<p>Pencarian dimulai dengan menyisir area yang diperkirakan menjadi jalur korban menuju arah tenggara dari lokasi kejadian, seperti kesaksian warga yang sempat melihat korban. Pada pukul 09.30 WITA, tim SAR gabungan juga mengerahkan drone thermal untuk melakukan pemantauan dari udara di sekitar area ladang. Namun, dari hasil pemantauan tersebut korban belum berhasil ditemukan. Pencarian kembali dilanjutkan pada pukul 12.30 WITA dengan menyisir ke arah timur dari lokasi kejadian. Tim juga kembali melakukan pemantauan menggunakan drone thermal di sejumlah area yang dianggap berpotensi menjadi lokasi korban.</p>
<p><img src="https://denpasar.basarnas.go.id/storage/uploads/posts/mceu_8759751711788852509601.jpg"></p>
<p>Sekitar pukul 14.00 WITA, tim SAR gabungan bergabung dengan warga yang melakukan pencarian secara tradisional menggunakan gamelan. Pencarian kemudian dilanjutkan menuju arah timur dari rumah korban. Upaya pencarian membuahkan hasil pada pukul 15.40 WITA. Korban ditemukan oleh warga yang sedang memancing di sungai. "Sore hari ini korban yang dicari telah diketemukan, jaraknya kurang lebih 2 kilo meter dari rumah korban tersebut," jelas Dewa Hendri Gunawan, Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana. Saat ditemukan, Gusti Komang Suatra dalam kondisi linglung. "Identitas yang menemukan adalah Dewa Ketut Wila yang pas lokasinya di jurang di bawahnya ada sungai, di sana diketemukan, korban dalam keadaan selamat, sehat walaufiat," imbuhnya. Korban kemudian dievakuasi dan dibawa menuju rumah warga terdekat untuk mendapatkan penanganan awal. Setelah dilakukan koordinasi dengan perangkat desa dan keluarga, korban selanjutnya dibawa pulang ke rumah.&nbsp;</p>
<p>Unsur SAR gabungan yang terlibat dalam operasi terdiri dari: Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana, Polsek Mendoyo, Sat Brimob Batalyon C Gilimanuk, Babinsa Yeh Embang Kangin, Bhabinkamtibmas Yeh Embang Kangin, Perangkat Desa Yeh Embang Kangin, serta pihak keluarga dan masyarakat sekitar. (ay/hmsdps)</p>]]></description>
                <author><![CDATA[Admin Denpasar <admin.denpasar@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://denpasar.basarnas.go.id/13977</guid>
                <pubDate>Thu, 24 Sep 2026 08:09:14 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[TIM SAR GABUNGAN EVAKUASI PENDAKI GUNUNG AGUNG YANG JATUH KE JURANG.]]></title>
                <link>https://denpasar.basarnas.go.id/berita/tim-sar-gabungan-evakuasi-pendaki-gunung-agung-yang-jatuh-ke-jurang</link>
                <description><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>KARANGASEM --- Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi seorang pendaki Gunung Agung, yang terjatuh ke jurang pada ketinggian kurang lebih 2.500 mdpl, Minggu (6/9/2026). Korban diketahui bernama Komang Sandi Darmawan (15), warga Banjar Yeha, Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem.&nbsp;</p>
<p>Informasi mengenai kejadian tersebut diterima Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem pada pukul 08.30 Wita dari pelapor atas nama Wayan Widiyasa. Berdasarkan laporan, kejadian diperkirakan berlangsung sekitar pukul 06.30 Wita. Mulanya korban bersama seorang rekannya melakukan pendakian &nbsp;pada dini hari sekitar pukul 00.30 Wita. Dalam perjalanan, Sandi Darmawan terjatuh ke jurang dengan kedalaman sekitar 12 meter.&nbsp;</p>
<p>Segera setelah menerima laporan, petugas siaga Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem segera berkoordinasi dengan pemandu lokal Gunung Agung untuk memberikan pertolongan awal kepada korban. Pada pukul 07.30 Wita diberangkatkan 1 tim aju untuk mempercepat proses evakuasi. "Menggerakan tim satu yang terdiri dari 25 orang pemandu lokal Pasar Agung untuk bergerak mendahului melakukan proses evakuasi," jelas Putu Handika Bhayangkara, Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem. Sementara itu personel Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem berjumlah13 orang tiba di Pos Pasar Agung kurang lebih pukul 09.50 Wita dan segera melakukan pambagian tugas.&nbsp;</p>
<p><img src="https://denpasar.basarnas.go.id/storage/uploads/posts/mceu_68863509811788742113372.jpg"></p>
<p>Pada pukul 10.00 Wita, tim kedua yang terdiri dari 13 personel SAR gabungan menyusul menuju lokasi dan setelah perjalanan satu jam lima belas menit akhirnya bertemu dengan tim pertama pada ketinggian sekitar 1.900 Mdpl. Untuk memperkuat proses evakuasi, pada pukul 11.50 Wita tim ketiga yang terdiri dari enam personel SAR gabungan kembali bergerak menuju lokasi.</p>
<p>Setelah melalui proses evakuasi, pada pukul 12.15 Wita tim SAR gabungan bersama korban berhasil tiba di posko area parkir Pura Pasar Agung, Selat, Karangasem. Korban kemudian mendapatkan penanganan awal dari tim medis Puskesmas Selat. "Hampir lima jam proses evakuasi, dari tim satu sampai tim tiga sampai di Posko Pasar Agung. "Kendala yang kami hadapi di lapangan terkait cuaca, dimana cuaca hujan gerimis, kabut tebal dengan visibility 20 meter," ungkap Bhayangkara.&nbsp;</p>
<p>Selanjutnya, pada pukul 12.25 Wita, korban dibawa menggunakan ambulans menuju RSUD Karangasem untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Selama berlangsungnya operasi SAR, melibatkan unsur SAR dari Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem, BPBD Kabupaten Karangasem, Babinsa Desa Sebudi, Bhabinkamtibmas Desa Sebudi, Polsek Selat, Puskesmas Selat, pemandu KUPS Lokal Pasar Agung, Humas Pura Pasar Agung Selat, serta pihak keluarga korban. (ay/hmsdps)</p>]]></description>
                <author><![CDATA[Admin Denpasar <admin.denpasar@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://denpasar.basarnas.go.id/13976</guid>
                <pubDate>Thu, 24 Sep 2026 15:15:32 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[WISATAWAN ASAL POLANDIA DITEMUKAN MENINGGAL DUNIA PADA HARI KETIGA OPERASI SAR]]></title>
                <link>https://denpasar.basarnas.go.id/berita/wisatawan-asal-polandia-ditemukan-meninggal-dunia-pada-hari-ketiga-operasi-sar</link>
                <description><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>JEMBRANA --- Operasi SAR terhadap seorang wisatawan yang terseret arus dan tenggelam di Pantai Tembles, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, memasuki hari ketiga pada Selasa (2/9/2026). Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia setelah dilakukan pencarian melibatkan SRU laut, SRU darat dan SRU udara.</p>
<p>Korban diketahui bernama Marcin Dawid (44), laki-laki, warga negara Polandia. Sebelumnya, korban diduga terseret arus di Pantai Tembles pada Minggu (30/8/2026) malam. Info awal yang diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menyebutkan korban adalah WNA Inggris, namun di hari kedua terkonfirmasi bahwa Marcin adalah warga negara Polandia sesuai tercantum dalam kartu identitasnya.&nbsp;</p>
<p>Dugaan tersebut bermula ketika sepeda motor serta sejumlah barang milik korban ditemukan di sekitar Pantai Tembles. Berdasarkan informasi yang diterima petugas siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada Senin (31/8/2026) pagi, pukul 05.55 Wita, korban diketahui tiba di Pantai Tembles sekitar pukul 18.00 Wita.&nbsp;</p>
<p>Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim SAR Gabungan melaksanakan operasi pencarian dengan melibatkan sejumlah unsur SAR. Pada hari ketiga operasi, pukul 07.00 Wita, tim SAR gabungan langsung melaksanakan briefing serta pembagian tugas untuk menentukan pola dan sektor pencarian.</p>
<p><img src="https://denpasar.basarnas.go.id/storage/uploads/posts/mceu_36051089911788503228533.jpg"></p>
<p>Pada pukul 07.40 Wita, Tim SAR Gabungan melakukan pencarian melalui jalur laut menggunakan satu unit rubber boat Basarnas yang diawaki empat personel. Pencarian dilakukan ke arah barat dari Pantai Tembles sesuai dengan rencana operasi SAR. Pencarian kemudian diperluas melalui jalur udara dengan menggunakan drone thermal.&nbsp;</p>
<p>Hingga pukul 10.00 Wita, pencarian melalui jalur laut dan udara belum membuahkan hasil. Tim SAR Gabungan kemudian melanjutkan pencarian pada sore hari dengan melakukan penyisiran di sepanjang pantai ke arah barat dari lokasi kejadian. Pencarian juga kembali didukung penggunaan drone thermal.</p>
<p>Kurang lebih pada pukul 17.20 Wita, tim SAR gabungan menerima informasi bahwa ada penemuan jenasah terdampar di Pantai Yeh Kuning, Jembrana, sekitar 7,5 kilometer ke arah barat dari lokasi kejadian (Pantai Tembles). Sesosok tubuh dalam keadaan sudah kaku dilihat pertama kali oleh warga setempat, dan langsung dilaporkan kepada pihak kepolisian. "Sempat dapat informasi dari rekan-rekan di Pantai Air Kuning, disampaikan bahwa penemuan mayat yang ada di pinggir Pantai Air Kuning," ungkap Dewa Hendri Gunawan, selaku Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana. Selanjutnya, korban dievakuasi menuju RSU Negara menggunakan ambulans Bidokes Polres Jembrana untuk proses penanganan lebih lanjut.</p>
<p>Adapun unsur SAR Gabungan yang terlibat dalam operasi ini meliputi: Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana, Samapta Polres Jembrana, Polsek Mendoyo, Bhabinkamtibmas Desa Penyaringan, Babinsa Desa Penyaringan, TNI AL Pos Pengambengan, Batalion C Pelopor Satbrimob Polda Bali, Polair Polres Jembrana, PMI Kabupaten Jembrana dan masyarakat setempat. (ay/hmsdps)</p>]]></description>
                <author><![CDATA[Admin Denpasar <admin.denpasar@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://denpasar.basarnas.go.id/13975</guid>
                <pubDate>Fri, 25 Sep 2026 01:04:27 +0700</pubDate>
                            </item>
                    <item>
                <title><![CDATA[TIM SAR MASIH LAKUKAN PENCARIAN SEORANG WNA TERSERET ARUS DI PANTAI TEMBLES]]></title>
                <link>https://denpasar.basarnas.go.id/berita/tim-sar-masih-lakukan-pencarian-seorang-wna-terseret-arus-di-pantai-tembles</link>
                <description><![CDATA[<p>JEMBRANA --- Seorang warga negara asing asal Inggris diduga terseret arus di Pantai Tembles, Desa Penyaringan, Jembrana, Minggu (30/8/2026) malam. Kecurigaan itu muncul karena adanya sepeda motor yang terparkir dan juga beberapa barang miliknya.&nbsp;</p>
<p>Petugas siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menerima informasi pagi ini (31/8/2026) pada pukul 05.55 Wita. Dikatakan bahwa Marcin (44) tiba di Pantai Tembles kurang lebih pukul 18.00 Wita. Sampai dengan saat ini belum ada titik terang keberadaan korban.&nbsp;</p>
<p><img src="https://denpasar.basarnas.go.id/storage/uploads/posts/mceu_22396545311788145751838.jpg"></p>
<p>Segera setelah menerima informasi peristiwa tersebut diberangkatkan 7 personel dari Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana menuju lokasi. Koordinasi pun dilakukan bersama Baninsa Desa Penyaringan dan Polsek Mendoyo. Setibanya di lokasi, tim SAR gabungan melaksanakan briefing untuk pembagian tugas dan pola pergeraka &nbsp;pencarian.&nbsp;</p>
<p>Satu unit rubber boat diturunkan dari Pantai Tembles menuju ke arah barat dengan 4 personel yang turut melakukan penyisiran pada pukul 07.40 Wita. Sementara itu SRU udara menerbangkan drone thermal dan SRU darat menyisiri sepanjang bibir pantai.&nbsp;</p>
<p>SRU laut yang melaksanakan pencarian selama satu setengah jam lamanya belum meberikan hasil. Begitu pula tim yang di darat dan tim drone tak menemukan titik terang. Sampai dengan saat ini unsur SAR yang terlibat operasi SAR diantaranya Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana, TNI AL Pos Pengambengan, Batalyon C Pelopor Sat Brimob Polda Bali, Arjuna Rescue Potsar 115, Pamapta Polda Bali, Polsek Mendoyo dan Bhabinkamtibmas. (ay/hmsdps)</p>]]></description>
                <author><![CDATA[Admin Denpasar <admin.denpasar@basarnas.go.id>]]></author>
                <guid>https://denpasar.basarnas.go.id/13974</guid>
                <pubDate>Fri, 25 Sep 2026 02:50:13 +0700</pubDate>
                            </item>
            </channel>
</rss>
