BALAI PELATIHAN SDM PENCARIAN DAN PERTOLONGAN SELENGGARAKAN PELATIHAN DASAR SAR KEPADA CPNS
BULELENG --- Balai Pelatihan SDM Pencarian dan Pertolongan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan menggelar Pelatihan Dasar Pencarian dan Pertolongan kepada sejumah CPNS Basarnas Tahun 2025, bertempat di Sekolah Polisi Negara (SPN) Singaraja pada Selasa (26/8/2025). Kegiatan yang diikuti sebanyak 62 orang peserta ini bertujuan untuk menghasilkan pegawai Basarnas yang memahami tugas dan fungsi Basarnas serta memiliki pengetahuan dan keterampilan tingkat dasar dibidang pencarian dan pertolongan serta sikap perilaku yang baik sebagai anggota Basarnas.
Dalam upacara pembukaan Latdas SAR tersebut, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, S.H didampingi Kasi Sumber Daya Denpsar dan Maumere serta perwakila dari SPN Singaraja IDA Bagus Putu Mertayasa, S.Ag., Kasubag Renmin, AKP I Ketut Karwa dan Ps. Kasubag Yanum, AKP I Putu Ardika, S.H.

Latdas SAR yang pelaksanaanya di SPN Singaraja ini melibatkan tiga Kantor SAR diantaranya Denpasar, Mataram dan Maumere. Latdas akan berlangsung selama 22 hari mulai 25 Agustus hingga 15 September 2025.
Dalam sambutannya secara daring, Heru Suhartono, S.H., M.M. selaku Kepala Balai Pelatihan SDM Pencarian dan Pertolongan mengatakan Pelatihan Dasar SAR merupakan program yang bersifat wajib diikuti oleh seluruh pegawai dilingkungan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Pelatihan ini sebagai wujud pembinaan awal menuju kompetensi ideal aparatur pemerintah yang melaksanakan fungsi penyelenggaraan SAR di Indonesia.
"Metode pembelajaran yang digunakan adalah pembelajaran orang dewasa dimana peserta pelatihan harus memilki tanggung jawab atas diri, sesama peserta dan hal hal lainnya, memiliki komitmen yang kuat, memiliki integritas dan bijak menyikapi segala hal" imbuhnya.

Tenaga pelatihan dasar berasal dari UPT penyelenggara yang telah memiliki kompetensi di bidangnya.Di akhir sambutannya, Heru Suhartanto berpesan agar peserta mengikuti semua petujuk narasumber atau instruktur dan mentor selama pelatihan. "Perhatikan semua materi baik teori maupun praktek di lapangan sehingga dapat diserap menjadi ilmu dan sebagai bekal dalam pelaksanaan tugas atau dalam medan tugas, mengutamakan keselamatan dan keamanan dalam pelajaran praktek lapangan, jaga kesetan dan kekompakan dan apabila mengalami keluhan atau keadaan apapun agar dilaporkan kepada mentor dan instruktur," pesannya.
Ia mengharapkan agar seluruh peserta mampu menyelesaikan materi dan praktek sebanyak 247 JP (Jam Pelajaran) sehingga dinyatakan lulus dan mendapatkan sertifikat pelatihan.(Hms)