PERWAKILAN KONSULAT KANADA BANGUN KOORDINASI DENGAN KANTOR PENCARIAN DAN PERTOLONGAN DENPASAR
DENPASAR — Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, beserta jajaran menerima kunjungan perwakilan Konsulat Kanada bagian Konsuler, pada Senin (01/12/2025) sore. Kunjungan ini dilakukan untuk memperoleh informasi terkait tugas pokok dan fungsi Basarnas serta standar operasional pelaksanaan operasi SAR yang diberlakukan dalam penanganan kejadian darurat.
Pada kesempatan tersebut, perwakilan Konsulat Kanada, Manel Meddahi ingin mengetahui lebih jauh mengenai mekanisme kerja Kantor Pencarian dan Pertolongan di tingkat provinsi. Dimana dijelaskan bahwa kewenangan Kepala Kantor adalah sebagai SMC (SAR Mission Coordinator), memiliki kewenangan mengatur pelaksanaan operasi SAR di lingkup wilayah kerja Bali, diantaranya pengerahan Alut dan personel. Namun dalam skala nasional, tatanan tersebut bisa beralih ke tingkat lebih tinggi yakni Basarnas Pusat. Setiap pelaksanaan operasi SAR selalu dilakukan kolaborasi bersama stakeholder terkait ataupun pihak swasta yang bersedia memberikan dukungan demi mengoptimalkan upaya pencarian dan pertolongan.

Menelisik kembali secara detail, Manel tertarik untuk membicarakan transisi kewenangan yang bisa dikategorikan sebagai status bencana nasional. Menurut Sidakarya sebuah bencana dapat dikategorikan pada status nasional, bisa ditinjau dari luasan wilayah yang terdampak serta tingkat kerusakan yang masif dan juga jumlah korban jiwa yang ditimbulkan. "Seperti kejadian di Aceh yang sekarang sedang ditangani Basarnas, adanya kerusakan infrastruktur, fasilitas umum, rumah penduduk dan ratusan korban meninggal dan masyarakat yang mengungsi sudah ditetapkan pada status tanggap darurat, Basarnas mengambil langkah secara cepat dan terukur dengan mengirimkan personel serta peralatan dari Basarnas Pusat ataupun Kantor Pencarian dan Pertolongan terdekat," jelas Sidakarya.

Ia mengungkapkan seminggu kemarin juga ada warganyan terjebak bencana alam yang terjadi di Aceh. "Saya mengucapkan terimakasih, karena kami mendapatkan respon yang baik atas laporan 1 WNA Kanada yang terjebak, berkat komunikasi intens, kami bisa mengetahui kondisi sebenarnya untuk selanjutnya pihak konsulat dan keluarga bisa mengambil tindakan cepat dalam keadaan darurat," ungkapnya.
Ia paham betul dengan kondisi yang dihadapi dalam penanganan bencana alam di Aceh, Padang ataupun Medan. Baginya komunikasi dan koordinasi sangat penting dalam situasi ini. Ditegaskan oleh Manel bahwa kepentingannya dalam meminta informasi bukan untuk publikasi, namun agar ia bisa menyampaikan kepada pihak keluarga korban yang berada di Kanada.
Di akhir pertemuan singkat tersebut, mereka menyempatkan diri untuk melihat fasilitas ruang siaga SAR, dimana pusat komunikasi dan koordinasi dilakukan saat terjadi keadaan darurat yang memerlukan bantuan SAR. (ay/hmsdps)