AUDIENSI PERWAKILAN KEDUBES BELANDA KE KANTOR PENCARIAN DAN PERTOLONGAN DENPASAR

 

JIMBARAN --- Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menerima langsung Audiensi Perwakilan Kedubes Belanda yang didampingi dari Konsulat Belanda di Bali, Selasa (29/6/2026) pukul 11.00 Wita di Ruang Pertemuan Gedung Werkudara, Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar. Audiensi tersebut dihadiri oleh Berry Spaan, selaku Operasional Manager Kedutaan Besar Kerajaan Belanda di Jakarta; Simon Andreas Purwa, Konsul Kehormatan Belanda di Bali serta M. Arifin. Turut mendampingi dalam pertemuan tersebut diantaranya Kepala Seksi Operasi dan Siaga, Kepala Seksi Sumber Daya, serta Kepala Subbagian Umum.

Audiensi ini menjadi bagian dari upaya membangun dan memperkuat koordinasi antara Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar dengan perwakilan Pemerintah Belanda. Hal tersebut dinilai penting mengingat Bali merupakan salah satu destinasi wisata yang banyak dikunjungi oleh warga negara Belanda. Dengan terbangunnya komunikasi sejak awal, diharapkan koordinasi dapat dilakukan secara lebih cepat dan efektif apabila di kemudian hari terdapat warga negara Belanda yang membutuhkan pertolongan dalam kondisi darurat di wilayah Bali.

Pertemuan diawali dengan pengenalan profil dan tugas Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, dilanjutkan dengan diskusi mengenai potensi risiko keselamatan yang mungkin saja dihadapi wisatawan selama berada di Bali. Dalam pembahasan, turut disampaikan bahwa selama satu tahun terakhir tidak terdapat warga negara Belanda yang ditangani oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar dalam pelaksanaan operasi SAR. Namun demikian, potensi kedaruratan tetap menjadi perhatian, khususnya dengan tingginya aktivitas wisatawan di Bali. Beberapa risiko yang menjadi perhatian antara lain kecelakaan pada aktivitas wisata tirta, kejadian orang hilang atau kecelakaan saat melakukan pendakian, serta kecelakaan lalu lintas.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menjelaskan bahwa upaya mitigasi terus dilakukan melalui sosialisasi keselamatan, khususnya keselamatan di air. "Basarnas memiliki kontak panggilan darurat di 115, dan juga langkah antisipasi dilakukan dengan sosialisasi bersama stakeholder terkait kepada pengusaha tirta, pemandu lokal atau pengusaha tempat-tempat wisata yang rawan," jelas I Nyoman Sidakarya, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar. Pengelola usaha wisata tirta atau wisata alam diharapkan memberikan pengarahan kepada wisatawan agar melaksanakan aktivitas secara aman dan sesuai ketentuan keselamatan.

Pada aktivitas pendakian, penggunaan jasa pemandu atau guide juga menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan. Koordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, relawan, serta komunitas pemandu lokal dan relawan terus diperkuat agar respons terhadap kejadian dapat dilakukan secara cepat dengan mengerahkan potensi terdekat.
Sementara itu, dalam menghadapi risiko kecelakaan lalu lintas, Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar terus memastikan kesiapan personel yang kompeten dan profesional dalam melaksanakan penanganan serta evakuasi korban.
Dalam kesempatan tersebut, dibahas pula mekanisme penyampaian informasi apabila terdapat warga negara asing yang menjadi korban atau membutuhkan pertolongan. Pemerintah Belanda mengapresiasi dengan kesediaan Basarnas untuk memberikan informasi dengan terbuka dan cepat kepada pihak Kedubes atau Konsulat apabila ada warganya yang mengalami kedaruratan. (ay/hmsdps)