BASARNAS BALI IKUT TERLIBAT DALAM AIRPORT EMERGENCY EXERCISE
BADUNG --- Personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar turut terlibat dalam latihan keselamatan skala penuh bertajuk Airport Emergency Exercise (AEE) yang diselenggarakan oleh PT. Angkasa Pura, Rabu (23/9/2026) di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya dengan didampingi Kasi Operasi dan Siaga SAR, I Wayan Juni Antara hadir langsung dan terlibat dalam Latihan tersebut. Persiapan jelang kegiatan ini sudah berlangsung sejak Selasa (22/9/2026) melalui gelar TTX (Tabletop Exercise) bersama stakeholder lainnya. Airport Emergency Exercise (AEE) ini mensimulasikan berbagai skenario kondisi darurat, mulai dari kebakaran gedung akibat gempa, ancaman bom, hingga kecelakaan pesawat.
Bandara menjadi pintu gerbang utama, selain Pelabuhan, sebagai akses keluar masuknya orang. Telah terdata adanya sekitar 140 ribu pergerakan pesawat setiap tahunnya dengan jumlah penumpang kurang lebih 24 juta. Hal ini yang melatarbelakangi digelarnya Airport Emergency Exercise (AEE). Langkah mitigasi dan kesiapsiagaan seluruh instansi dalam menghadapi keadaan darurat menjadi hal yang krusial, sehingga dapat dipastikan kesiapan semua elemen dalam komunitas Bandara ataupun eksternal yang terkait. Selain dari Basarnas, latihan skala penuh ini melibatkan 860 personel gabungan dari berbagai instansi.

"Ada 10 personel yang turut menjadi bagian dari latihan ini, selain untuk mematangkan kesiapan apabila ada keadaan darurat, juga untuk mengujikan SOP yang ada di Bandara, sehingga sebagai bagian eksternal dari PT Angkasa Pura bisa memahami SOPnya seperti apa," Terang I Nyoman SIdakarya, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar. Selain melatih alur komunikasi dan komando antarunit, kegiatan ini menguji sejumlah dokumen pedoman keselamatan, seperti Airport Emergency Plan (AEP), Airport Security Programme (ASP), serta Airport Disaster Management Plan (ADMP).
Pada Latihan gabungan kali ini, personel Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar terlibat dalam skenario ke 3 latihan yakni penanganan kecelakaan pesawat Udara (Aircraft Accident Exercise). Ini merupakan puncak dari 3 skenario yang dimainkan kemarin malam. Pada simulasi digambarkan adanya insiden pendaratan darurat pesawat Boeing 777-200ER yang mengangkut 350 penumpang dan awak. Pesawat terbakar hebat sesaat setelah touchdown di landasan pacu. dan langsung direspon cepat oleh tim SAR gabungan.
"Seluruh rangkaian acara yang juga diikuti 10 pesonel dari Basarnas berjalan aman dan lancar," tutup Sidakarya. Ia berharap keterlibatan Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar dapat memperkuat jalur koordinasi dan komunikasi jika terjadi keadaan darurat yang memerlukan bantuan SAR. (ay/hmsdps)