BASARNAS MENDUKUNG PENUH LATIHAN KESIAPSIAGAAN OPERASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA GEMPA DAN TSUNAMI
DENPASAR ---- Latihan aplikasi lapangan Kesiapsiagaan Operasional (LKO) Penanggulangan Bencana Alam Gempa Bumi dan Tsunami Kogabwilhan II Tahun 2026 yang melibatkan berbagai unsur dilaksanakan pada hari ini, Sabtu (8/8/2026). Kegiatan yang diprakarsai Kogasgabpad Kodam IX/Udayana tersebut digelar di dua tempat, kawasan Pantai Merta Sari, Denpasar, Bali dan Lapangan Niti Mandala, Renon.
Pada latihan kali ini Basarnas (Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar) turut terlibat dalam cluster SAR, dengan menggerakan Alut laut serta Alut Udara. Skenario latihan yang diaplikasikan dalam LKO Kogabwilhan II inj dikategorikan sebagai bencana berskala besar. Disimulasikan terjadi bencana gempa dengan kekuatan 8.9 SR berpusat di laut, sehingga mengakibatkan terjadinya tsunami. Warga yang menjadi korban bergegas melakukan evakuasi secara mandiri. Sementara itu, ada pula korban yang memerlukan bantuan evakuasi.

Basarnas yang berada pada cluster SAR menggerakkan tim CSSR untuk mengevakuasi korban yang tertimpa pohon. Tim laut,, yakni rubber boat dan KN SAR Arjuna 229 melakukan penyisiran untuk mencari korban yang terseret gelombang tsunami. Korban yang berhasil ditemukan di laut dan membutuhkan penanganan medis cepat langsung dibawa dengan menggunakan helikopter Basarnas AW 139. Diturunkan 1 personel dengan menggunakan hoist untuk menjangkau korban dan selanjutnya dibawa ke rumah sakit terdekat. Heli juga diperbanrukan untuk mendistribusikan logistik. Dari pagi hari hingga siang tadi, keseluruhan latihan berjalan dengan aman dan lancar.
Latihan tersebut dihadiri Gubernur Bali , Pangkogabwilhan II Marsekal Madya TNI Muzafar, S.Sos., M.M., didampingi Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto selaku Pangkogasgabpad, serta para pejabat di lingkungan Mabes TNI, Kogabwilhan II dan Pemerintah Provinsi Bali. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar juga hadir dan langsung menyaksikan simulasi latihan hingga selesai.
Unsur yang terlibat latihan diantaranya dari TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Udara di jajaran Kogabwilhan II, serta bersinergi dengan BASARNAS (Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, BPBD, POLRI, pemerintah daerah, unsur kesehatan, kementerian/lembaga terkait dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Masing-masing yang bergabung dalam latihan saling bersinergi serta menjalankan tugas dan fungsinya sesuai prosedur secara profesional dan proporsional.

Pelaksanaan LKO dirasa perlu dilaksanakan di Bali karena mempertimbangkan kondisi geografisnya, dimana memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap berbagai bencana alam, khususnya gempa bumi dan tsunami. Bali merupakan kepulauan kecil yang dikelilingi lautan, letaknya berada di dekat zona tumbukan lempeng tektonik aktif (zona subduksi) di selatan dan sesar lokal di daratan. Lebih dari 150 desa di wilayah pesisir Bali masuk dalam zona bahaya tsunami. Kondisi tersebut menuntut seluruh unsur terkait untuk senantiasa memiliki kesiapsiagaan serta kemampuan bertindak secara cepat, tepat, terpadu dan terkoordinasi.
“Kami dari Basarnas mendukung penuh adanya latihan ini agar berjalan sukses, lebih dari 35 personel dilibatkan, selain itu juga menggerakkan heli, kapal SAR dan Alut darat serta laut lainnya,” ungkap I Nyoman Sidakarya, S.H., M.M. Menurutnya sinergitas lintas sektoral ini penting untuk memperkuat kesiapan apabila nanti harus dihadapkan pada kondisi sesungguhnya. Siapa dan melaksanakan apa dalam tugas dan fungsinya menjadi lebih jelaa dan alur prosedurnya pun terorganisir dengan baik.

Disela rangkaian kegiatan latihan ini, pihak penyelenggara juga melakukan bakti sosial dengan membagi-bagikan kurang lebih 1.200 paket sembako kepada masyarakat di sekitar wilayah latihan. Selain itu, dilaksanakan bakti kesehatan berupa pengobatan gratis di Lapangan Puputan Niti Mandala Renon.
Pada penutupan acara tersebut, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menerima piagam penghargaan karena telah memberikan kontribusinya dengan menjadi bagian dalam LKO Kogabwilhan II. Ia mengapresiasi dan berbangga karena bisa terlibat sejauh ini dalam latihan gabungan tersebut. Menurutnya sebagai instansi yang mengemban tanggung jawab di bidang pencarian dan pertolongan wajib hadir memberika kontribusinya di setiap langkah-langkah untuk membangun kesiapan menghadapi kondisi darurat demi bisa mewujudkan rasa aman dan memberikan perlindungan kepada masyarakat. (ay/hmsdps)