KUNJUNGAN 399 PESERTA DIDIK P3MD BATCH I ANGKATAN SOEDIRMAN DI PELABUHAN BENOA

 

DENPASAR --- Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar, I Nyoman Sidakarya, S.H., M.M. didampingi para kepala seksi menghadiri kunjungan Widya Bhakti Serdik P3MD Batch I Angkatan Soedirman pagi tadi di Pelabuhan Benoa, Rabu, (29/7/2026). Sebanyak 399 peserta didik ini merupakan Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan (P3MD). Semuanya akan melaksanakan Widya Bhakti di Taman Pujaan Bangsa Margarana, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Bali.

Dalam keterangannya kepada media, Komandan Batch I P3MD Angkatan Soedirman, Marsma TNI Dr. Anton Pallaguna, S.E., M.M., M.Han., M.M.O.A.S., CHRA., CSBA. mengatakan ini adalan program yang digagas oleh Bapak Presiden Republik Indonesia untuk membekali calon - calon pemimpin bangsa agar memiliki best mind dan best heart.

"Jadi mereka mimiliki keluhuran moral sekaligus kecerdasan pikir, dua hal yang cukup penting bagi sosok pemimpin yang menjalankan amanahnya," imbuhnya.

Dipilihnya Taman Pujaan Bangsa Margarana sebagai lokasi widya bhakti adalah menghayati nilai - nilai I Gusti Ngurah Rai dalam perang puputan margarana. Dimana dalam perang tersebut memberikan nilai - nilai kepahlawanan, khususnya yang dapat mereka hayati - perang tiada tanpa akhir. Dimana dalam konteks sekarang diharapkan pemimpin BUMN ini tidak menyerah dalam keadaan, mereka tidak berkompromi dengan segala penyimpangan dan tidak meninggalkan tanggung jawab di saat organisasi atau kepentingan bangsa sedang diuji atau sedang dalam dinamika.

Setidaknya ada sembilan nilai yang ingin ditanamkan di dalam widya bhakti ini. Pertama, karakter dan integritas. Kedua, kepemimpinan yang hadir di garis depan. Ketiga, komunikasi tujuan dan kemampuan beradaptasi. Keempat, ketangguhan fisik dan mental. Kelima, kecerdasan strategi dan pemecahan masalah. Keenam, disipilin dalam manajemen dan eksekusi. Ketujuh, tata kelola dan etika publik. Kedepalan, pembangunan bangsa dan tujuan publik. Kesembilan, persatuan dan kepemimpinan kolaboratif.

"Pada akhirnya Widya Bhakti di Taman Pujaan Bangsa Margarana menjadi penghubung antara pengorbanan generasi terdahulu dan tanggung jawab generasi pemimpin masa depan. Menjadi pimimpin yang Berani menjaga kebenaran, Cepat menghadirkan solusi, dan Terhormat dalam menjalankan amanah," tutupnya. (Krs)