PERKUAT SINERGI DAN PROFESIONALISME, BASARNAS BALI GELAR LATIHAN KESIAPSIAGAAN SAR MANAJEMEN POSKO
JIMBARAN – Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menyelenggarakan Latihan Kesiapsiagaan SAR Manajemen Posko selama dua hari, mulai 22 hingga 23 Juni 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia serta penguatan sistem koordinasi dalam penanganan keadaan darurat, baik bencana maupun kecelakaan.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, di Gedung Bayusuta Lantai 2, Jimbaran, pada Senin (22/6). Sebanyak 31 peserta mengikuti latihan tersebut dengan melibatkan enam unsur potensi SAR sebagai bentuk kolaborasi lintas instansi dalam mendukung penyelenggaraan operasi pencarian dan pertolongan, serta dukungan 1 unit ambulance dari Nusa Medica Clinic.
Pada hari pertama, peserta menerima pembekalan materi dari narasumber Direktorat Operasi Basarnas Pusat. Materi yang disampaikan meliputi manajemen posko operasi SAR, sistem komando penanganan darurat, koordinasi antar unsur, hingga mekanisme komunikasi dalam pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan. Pembekalan tersebut bertujuan memberikan pemahaman yang komprehensif sebelum peserta mengikuti simulasi lapangan.

Memasuki hari kedua, latihan dilaksanakan di Hanggar Heli Basarnas, Kelan, Jimbaran, melalui simulasi penanganan kecelakaan sebuah speedboat yang mengalami gangguan mesin (trouble engine) hingga mengalami black out di perairan. Dalam skenario tersebut, seluruh peserta menjalankan fungsi masing-masing sesuai mekanisme Manajemen Posko, mulai dari penerimaan informasi, analisis situasi, perencanaan operasi, pengendalian unsur SAR, hingga pelaporan secara terpadu.
Melalui latihan ini, peserta tidak hanya dituntut memahami prosedur operasional, tetapi juga mampu membangun koordinasi yang efektif dalam menghadapi dinamika situasi darurat. Seluruh tahapan latihan dirancang menyerupai kondisi nyata sehingga dapat menguji kecepatan pengambilan keputusan, ketepatan komunikasi, serta efektivitas koordinasi antar unsur yang terlibat.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, menegaskan bahwa latihan kesiapsiagaan ini memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar menguji kemampuan teknis personel maupun kesiapan peralatan.

"Tujuan utama dari latihan ini bukan hanya untuk menguji peralatan atau kemampuan personel, tetapi juga membangun sinergi antarpetugas SAR, memperkuat komunikasi, serta menumbuhkan budaya siaga dan tanggap terhadap bencana maupun kecelakaan," ujar I Nyoman Sidakarya. Keberhasilan operasi SAR tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, melainkan oleh solidnya koordinasi, komunikasi yang efektif, dan kesiapan seluruh unsur yang terlibat. Karena itu, latihan ini menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kapasitas dan profesionalisme personel SAR agar mampu memberikan pelayanan pencarian dan pertolongan yang cepat, tepat, dan optimal kepada masyarakat.
Ia menambahkan bahwa penyelenggaraan latihan secara berkelanjutan menjadi investasi penting dalam meningkatkan kesiapan organisasi menghadapi berbagai potensi kedaruratan di wilayah kerja Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar. Dengan semakin kuatnya sinergi antara Basarnas dan potensi SAR, diharapkan pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan di lapangan dapat berlangsung lebih efektif, efisien, dan terkoordinasi, sehingga mampu meminimalkan risiko serta meningkatkan keselamatan masyarakat. (ay/hmsdps)